Ali Sadikin Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, meninggal. Bang Ali wafat di Singapura pada Selasa ini sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Mei 2008, 19:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, meninggal. Bang Ali--demikian biasa disapa--wafat di Singapura pada Selasa (20/5) sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Sejauh ini belum diketahui persis mengenai penyebab kematian mantan Gubernur Jakarta Periode 1966-1977 itu. Jenazah Ali Sadikin masih berada di Singapura.

Ali Sadikin lahir di Sumedang, Jawa Barat pada 7 Juli 1927. Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut ini ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada 1966. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf AL, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno.

Ali Sadikin sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Di bawah kepemimpinannya, Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, hingga pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet.

Bang Ali juga sempat memberikan perhatian kepada kehidupan para artis lanjut usia di kota Jakarta yang saat itu banyak bermukim di daerah Tangki, sehingga daerah tersebut dinamai Tangkiwood. Selain itu, Bang Ali juga menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang saat itu lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair.

Salah satu kebijakan Bang Ali yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam, mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota, serta membangun kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran. Di bawah kepemimpinannya pula diselenggarakan pemilihan Abang dan None Jakarta.

Setelah berhenti dari jabatannya sebagai gubernur digantikan Letjen Tjokropranolo, Ali Sadikin tetap aktif dalam menyumbangkan pikiran-pikirannya untuk pembangunan kota Jakarta dan negara Indonesia. Hal ini membawanya kepada posisi kritis sebagai anggota Petisi 50, sebuah kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh militer dan swasta yang kritis terhadap pemerintahan Presiden Soeharto.(TOZ/Berbagai Sumber)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya