Lagi, Fly Over Akan Dibangun di Depok

Pembangunan fly over di Jalan Dewi Sartika, Depok untuk mengantisipasi kemacetan setelah beroperasinya Depo KRL di Depok. Pembangunan dimulai dari Jalan Siliwangi hingga Jalan Raya Tanah Baru.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Januari 2008, 16:00 WIB

Liputan6.com, Depok: Pemerintah Kota Depok akan membangun jalan layang (fly over) di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok Herman Hidayat di Depok, Kamis (24/1) siang.

Herman mengatakan, jalan layang ini untuk mengantisipasi kemacetan setelah beroperasinya Depo Kereta Rangkaian Listrik (KRL) di Depok. Lantaran pengoperasian Depo KRL yang terbesar di Asia Tenggara tersebut, perjalanan kereta api diperkirakan makin padat sehingga memicu kemacetan arus lalu lintas di Jalan Dewi Sartika. Pembangunan jalan layang dipastikan sama dengan yang dibangun di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH).

Rencananya, lanjut Herman, pembangunan jalan layang dimulai dari Jalan Siliwangi hingga Jalan Raya Tanah Baru. Namun, realisasinya masih bergantung pada kemampuan anggaran Pemkot Depok. "Kita juga akan berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum untuk membantu masalah anggaran," kata Herman.

Herman menambahkan, Pemkot Depok juga akan membuat jalan tembus antara Jalan Dewi Sartika dan Jalan ARH. Jalur itu nantinya merupakan rute alternatif menuju jalan Margonda. "Lokasi jalan tembus tepat di pinggir rel antara pintu kereta Jalan Dewi Sartika sampai Stasiun Depok Baru," jelas Herman.

Jalan tembus sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 15 meter itu akan dibuat dua jalur. Pemkot Depok mulai membebaskan lahan pada Maret 2008 hingga April 2008. Sedangkan konstruksinya dikerjakan pada pertengahan 2008.

Sementara itu, pembangunan jalan layang ARH yang terletak di dekat Stasiun Depok Baru, dalam waktu dekat akan selesai dan segera digunakan. "Rencananya jalan itu dioperasikan pada awal Februari 2008," tutur Herman.

Pengerjaan jalan layang ARH telah berjalan selama 18 bulan dengan menelan anggaran Rp 62 milliar. Pengerjaan jalur itu kini mencapai 99 persen. "Kita hanya menunggu pemasangan rambu lalu lintas di dua titik antara pertigaan Margonda (depan Ramanda) serta di pertigaan jalan Nusantara," ujar Herman.(RMA/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya