Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan perwakilan sejumlah paguyuban masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi DPRD Yogyakarta, Selasa (8/1). Mereka menuntut keistimewaan Yogyakarta tetap dipertahankan. Mereka juga menolak segala bentuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur
yang dinilai hanya menghambur-hambukan uang rakyat.
Selain mendeklarasikan gerakan dukung keistimewaan Yogyakarat, dalam aksinya para pengunjuk rasa sempat menggalang tanda tangan dari para anggota Dewan yang mendukung gerakan mereka. Selanjutnya, puluhan perwakilan dari berbagai paguyuban, seperti lurah, pedagang pasar, tukang becak, membacakan deklarasi akta keistimewaan Yogyakarta, di antaranya berisi penetapan Sri
Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Untuk menjaring lebih banyak lagi suara warga Yogyakarta yang mendukung deklarasi, mereka akan mendikiran posko gerakan keistimewaan Yogyakarta yang tersebesar di seluruh DIY. Menurut koordinator gerakan ini, Ghazali, penjaringan suara ini sebagai bukti kepada pemerintah bahwa masyarakat mendukung keistimewaan Yogyakarta.(IAN/Ferry Aditri)
yang dinilai hanya menghambur-hambukan uang rakyat.
Selain mendeklarasikan gerakan dukung keistimewaan Yogyakarat, dalam aksinya para pengunjuk rasa sempat menggalang tanda tangan dari para anggota Dewan yang mendukung gerakan mereka. Selanjutnya, puluhan perwakilan dari berbagai paguyuban, seperti lurah, pedagang pasar, tukang becak, membacakan deklarasi akta keistimewaan Yogyakarta, di antaranya berisi penetapan Sri
Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Untuk menjaring lebih banyak lagi suara warga Yogyakarta yang mendukung deklarasi, mereka akan mendikiran posko gerakan keistimewaan Yogyakarta yang tersebesar di seluruh DIY. Menurut koordinator gerakan ini, Ghazali, penjaringan suara ini sebagai bukti kepada pemerintah bahwa masyarakat mendukung keistimewaan Yogyakarta.(IAN/Ferry Aditri)