Liputan6.com, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar mengungkapkan saat ini tercatat ada sekitar 8.000 penganut faham Al-Qiyadah Al-Islamiyah di Indonesia. "Sekitar 8.000," kata Syamsir sesaat sebelum mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Rakor Polkam) di Jakarta, Jumat (2/11).
Syamsir mengatakan perlu pembinaan berlanjut kepada para anggota Al-Qiyadah yang telah menyerahkan diri agar tidak kembali ke aliran sesat tersebut. "Ya, langkah selanjutnya, ya kita bina mereka supaya bertobat," ucap Kepala BIN.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan Al-Qiyadah adalah paham sesat. Sebab, ajaran yang disebarkan oleh Ahmad Moshaddeq alias H Salam itu sudah menyimpang jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya. "Kenapa sesat, karena tidak sesuai dengan ajaran islam yang sebenarnya. Islam itu Tuhannya cuma satu Allah SWT, Nabi terakhir hanya Muhammad SAW, dan kitab suci cuma satu yaitu Al-Quran," ujar Maftuh di Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Kendati pemerintah Indonesia menjunjung kebebasan setiap orang menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing, imbuh Syamsir, keberadaan faham sesat Al-Qiyadah telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi hal itu diperkuat dengan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 4 Oktober silam.(ANS/Antara)