Liputan6.com, Bogor: Tiga alumnus Fakultas Agronomi Holtikultura Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, merintis usaha pembuatan boneka rumput horta, sejak tahun 2007. Usaha berbasis ilmiah yang diprakarsai Gigin Mardiansyah dan dua kawannya ini berkonsep mainan edukasi dan diharapkan menjadi sarana alternatif untuk memperkenalkan dunia pertanian pada anak.
Boneka Horta atau holtikultura adalah media tanam berbentuk aneka jenis hewan. Mainan ini terbuat dari serbuk kayu, arang sekam, pupuk, benih rumput, dan dibungkus stocking. Pembuatan boneka diawali penelitian empat hingga enam bulan. Supaya bibit bisa tumbuh, boneka horta harus direndam air semalaman. Selanjutnya, bagian atas boneka disiram setiap hari agar pertumbuhan maksimal. Dalam beberapa bulan, rumput akan tumbuh setinggi 10 hingga 15 sentimeter.
Jenis rumput yang digunakan adalah rumput Jepang karena pertumbuhannya relatif cepat. Dari sisi morfologi tanamannya, rumput menyerupai rambut manusia. Setelah tiga bulan, rumput berubah menjadi putih yang artinya kekurangan nutrisi. Itu wajar, karena nutrisi yang diberikan hanya cukup untuk dua atau tiga bulan.
Memulai usaha ini, Gigin dan kawan-kawan mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebesar Rp 4.750.000. Sekitar 40 ibu rumah tangga dikerahkan membantu proses produksi usaha tersebut. Boneka Horta kecil dihargai sekitar Rp 7.500 hingga Rp 10 ribu per unit. Sedangkan ukuran besar dipatok Rp 15 ribu.
Pemasaran boneka horta dikhususkan pada wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Seiring berjalannya waktu, pemesanan boneka horta meluas ke luar Pulau Jawa. Produksi per bulan biasanya mencapai 10 ribu sampai 12 ribu unit. Ada delapan karakter yang ditawarkan, yakni cup, panda, kodok, sapi, babi, kura-kura, platypus, dan kucing.(IKA/Tim Usaha Anda)
Boneka Rumput Horta
Jalan Bateng No. 12 Dramaga, Bogor (Lingkar Kampus IPB)
Kontak personal: Gigin Mardiansyah
Telepon : 0251-2156112, 0852 85155209
Boneka Horta atau holtikultura adalah media tanam berbentuk aneka jenis hewan. Mainan ini terbuat dari serbuk kayu, arang sekam, pupuk, benih rumput, dan dibungkus stocking. Pembuatan boneka diawali penelitian empat hingga enam bulan. Supaya bibit bisa tumbuh, boneka horta harus direndam air semalaman. Selanjutnya, bagian atas boneka disiram setiap hari agar pertumbuhan maksimal. Dalam beberapa bulan, rumput akan tumbuh setinggi 10 hingga 15 sentimeter.
Jenis rumput yang digunakan adalah rumput Jepang karena pertumbuhannya relatif cepat. Dari sisi morfologi tanamannya, rumput menyerupai rambut manusia. Setelah tiga bulan, rumput berubah menjadi putih yang artinya kekurangan nutrisi. Itu wajar, karena nutrisi yang diberikan hanya cukup untuk dua atau tiga bulan.
Memulai usaha ini, Gigin dan kawan-kawan mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebesar Rp 4.750.000. Sekitar 40 ibu rumah tangga dikerahkan membantu proses produksi usaha tersebut. Boneka Horta kecil dihargai sekitar Rp 7.500 hingga Rp 10 ribu per unit. Sedangkan ukuran besar dipatok Rp 15 ribu.
Pemasaran boneka horta dikhususkan pada wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Seiring berjalannya waktu, pemesanan boneka horta meluas ke luar Pulau Jawa. Produksi per bulan biasanya mencapai 10 ribu sampai 12 ribu unit. Ada delapan karakter yang ditawarkan, yakni cup, panda, kodok, sapi, babi, kura-kura, platypus, dan kucing.(IKA/Tim Usaha Anda)
Boneka Rumput Horta
Jalan Bateng No. 12 Dramaga, Bogor (Lingkar Kampus IPB)
Kontak personal: Gigin Mardiansyah
Telepon : 0251-2156112, 0852 85155209