Liputan6.com, Batam: Warga Minang dan Batak yang berada di Pulau Batam akhirnya menghentikan permusuhan di antara mereka dengan menggelar pesta budaya bersama, baru-baru ini. Acara yang menampilkan budaya kedua daerah itu menjadi bentuk islah atau perdamaian di antara kedua etnis. Sebelumnya, awal Juli silam, konflik antara kedua etnis pecah dan menewaskan dua orang serta mencederai empat lainnya [baca: Kota Batam Memanas]. Untungnya, pertikaian itu tidak meluas karena keduanya sepakat tak melanjutkan pertikaian.
Dalam pesta tersebut, kedua kelompok etnis secara bersama-sama menyatakan keiklasan atas segala kerugian yang terjadi selama konflik. Bahkan, mereka juga menyepakati untuk tak menjadikan persoalan pribadi sebagai persoalan kelompok.
Dilaporkan, masing-masing kelompok menampilkan kebolehan mereka dalam memainkan alat musik, tarian tradisional dan kesenian lainnya. Misalnya, etnis Batak menampilkan Tarian Tor-tor dan Gondang. Sedangkan etnis Minang memainkan musik Tabuik dan Tari Piring. Sementara, Suku Melayu, sebagai tuan rumah menampilkan Tarian Zapien dan pembacaan puisi perdamaian.(PIN/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)
Dalam pesta tersebut, kedua kelompok etnis secara bersama-sama menyatakan keiklasan atas segala kerugian yang terjadi selama konflik. Bahkan, mereka juga menyepakati untuk tak menjadikan persoalan pribadi sebagai persoalan kelompok.
Dilaporkan, masing-masing kelompok menampilkan kebolehan mereka dalam memainkan alat musik, tarian tradisional dan kesenian lainnya. Misalnya, etnis Batak menampilkan Tarian Tor-tor dan Gondang. Sedangkan etnis Minang memainkan musik Tabuik dan Tari Piring. Sementara, Suku Melayu, sebagai tuan rumah menampilkan Tarian Zapien dan pembacaan puisi perdamaian.(PIN/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)