Pulau Edam yang Terlupakan

Banyak potensi wisata di Tanah Air yang terlupakan dan terlantar. Satu di antaranya adalah Pulau Edam, Kepulauan Seribu, Jakarta. Padahal, di sana ada mercu suar berusia 122 tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Juli 2001, 20:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Banyak peninggalan bersejarah di Nusantara terlupakan, bahkan telantar. Lihat saja, Pulau Edam yang terletak di antara gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, yang saat ini nyaris terlupakan orang. Padahal, jika mengunjungi pulau tersebut tampak berbagai peninggalan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, di antaranya adalah sebuah mercu suar yang berusia 122 tahun. Bangunan itu seakan menyembul di antara kebelukaran hutan yang lebat di pulau tersebut.

Memang, bisa dikatakan, bangunan yang masih dipergunakan di Pulau Edam tinggal mercu suar itu. Menurut penjaganya, pembangunan menara pemandu kapal laut itu atas prakarsa Raja Belanda Willem III pada Tahun 1879. Selanjutnya, menara tersebut seakan menjadi ciri pulau itu. Hingga saat ini, lima orang penjaga beserta keluarganya menempati bangunan kuno itu.

Pemandangan sekeliling pulau, juga tampak lebih indah dari ruangan atas mercu suar setinggi 52 meter itu. Bayangkan saja, pandangan mata bisa sejauh 20 mil. Uniknya, bangunan peninggalan Belanda itu tak pernah sekali pun mengalami renovasi. Bahkan, mercu suar masih menggunakan peralatan yang sama, saat pertama kali dibangun, 122 tahun lampau.

Selain mercu suar, terdapat pula sisa benteng Belanda dan sebuah kompleks makam. Konon, para kerabat Kasultanan Banten yang membangkang diasingkan penjajah Belanda di pulau tersebut, hingga akhir hayat mereka. Kadang kala, beberapa pengunjung bertujuan untuk berziarah dan merawat makam-makam itu.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya