Warga Tetap Antusias Berobat ke Ponari

Tewasnya empat orang tidak membuat masyarakaat takut untuk antre berobat ke sang dukun cilik. Antropolog Unair Surabaya L. Dyson mengatakan banyaknya orang yang berobat ke Ponari karena menganggap jimat sangat bermakna.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Februari 2009, 13:26 WIB
Liputan6.com, Jombang: Praktik Ponari, dukun cilik asal Jombang, Jawa Timur sudah ditutup sejak Selasa lalu. Namun warga dari berbagai kota tetap datang dan memaksa meminta pengobatan. Polisi yang menghalau pun tidak digubris.

Ribuan orang tiap hari antre di rumah Ponari mengharapkan kesembuhan. Caranya hanya batu dicelupkan ke air. Batu ini bukan sembarang batu menurut keluarga Ponari. Batu ini datang saat Ponari tersambar petir dua bulan lalu.

Air yang dicelupi batu ajaib Ponari inilah yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk praktik ini, tiap orang hanya dipungut bayaran Rp 1.000. Tapi kemudian ada tragedi. Empat orang tewas saat antre menunggu pengobatan.

Tewasnya empat orang tidak membuat masyarakaat takut untuk antre berobat ke sang dukun cilik. Antropolog Unair Surabaya L. Dyson mengatakan banyaknya orang yang berobat ke Ponari karena menganggap jimat sangat bermakna.

Ponari boleh saja dilarang berpraktik. Tetapi selama kesehatan masih mahal di negara ini bukan tak mungkin Ponari-Ponari lain muncul lagi. Apalagi masyarakat masih percaya pada hal berbau klenik.(JUM/Bambang Ronggo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya