Liputan6.com, Lourdes: Pada awal musim semi, ada kedamaian yang disambut gemericik air Sungai Seine. Di gua inilah jutaan peziarah dari seluruh dunia datang ke Lourdes, Prancis, untuk merasakan pengalaman iman dengan berdevosi pada Bunda Maria. Banyak orang sakit berharap ada keajaiban Tuhan. Hal ini menjadi suatu pemandangan yang menyentuh hati.
"Kami datang dengan harapan akan ada mukzizat, kalaupun tidak ada keajaiban, kami tetap bersyukur bisa datang ke sini tempat Santa Maria dan Bernadette, kami sungguh bersyukur bisa datang lagi ke sini tahun ini," ucap Kristin Jenkins, seorang pengunjung asal Inggris yang datang bersama suaminya yang menderita stroke.
Mata air alami dari Grotto dipercayai memiliki sifat penyembuhan. Gereja Katolik Roma telah mengakui mukjizat penyembuhan dari air yang dapat diambil sesukanya ini.
Kunjungan tersebut semakin terasa istimewa karena bertepatan dengan acara memperingati 150 tahun penampakan Maria pada gadis desa sederhana, Bernadette atau Bernadetta. Peziarah kemudian diajak napak tilas yang dipandu sebuah kartu.
Perjalanan napak tilas diawali dari rumah Bernadette nan sederhana. Bernadette merupakan gadis desa yang hidup miskin, namun keluarganya dikenal rukun dan saling menyayangi. Perjalanan selanjutnya beranjak ke gereja tempat Bernadette dibaptis. Kemudian beranjak ke Kapel tempat menerima komuni pertama. Bernadette akhirnya dipanggil Tuhan pada 1879 dan hingga kini jenazahnya masih utuh terbaring di Kota Nevers, Perancis bagian tengah.
Sambil berjalan kaki, peziarah juga dapat menikmati cantiknya Kota Lourdes yang terletak di pegunungan Pyrenees. Kemacetan akan kendaraan peziarah kadang tak terelakkan saat liburan seperti ini. Sebelum kembali ke gua, peziarah umumnya bertandang ke gerai cenderamata yang menjual Patung Maria atau botol-botol kecil sebagai buah tangan Air Grotto. Gerai Rosario menjadi paling favorit karena menjual buah tangan mulai harga Rp 10 ribu.
Selanjutnya perjalanan diakhiri dengan kembali ke kawasan Gua Maria. Dalam perjalanan balik, peziarah akan melewati lapangan Basilika Santa Maria yang menjadi tempat pusat prosesi lilin. Prosesi dilakukan pada malam hari dan diikuti peziarah dari berbagai belahan dunia.(UPI/Sella Wangkar)
"Kami datang dengan harapan akan ada mukzizat, kalaupun tidak ada keajaiban, kami tetap bersyukur bisa datang ke sini tempat Santa Maria dan Bernadette, kami sungguh bersyukur bisa datang lagi ke sini tahun ini," ucap Kristin Jenkins, seorang pengunjung asal Inggris yang datang bersama suaminya yang menderita stroke.
Mata air alami dari Grotto dipercayai memiliki sifat penyembuhan. Gereja Katolik Roma telah mengakui mukjizat penyembuhan dari air yang dapat diambil sesukanya ini.
Kunjungan tersebut semakin terasa istimewa karena bertepatan dengan acara memperingati 150 tahun penampakan Maria pada gadis desa sederhana, Bernadette atau Bernadetta. Peziarah kemudian diajak napak tilas yang dipandu sebuah kartu.
Perjalanan napak tilas diawali dari rumah Bernadette nan sederhana. Bernadette merupakan gadis desa yang hidup miskin, namun keluarganya dikenal rukun dan saling menyayangi. Perjalanan selanjutnya beranjak ke gereja tempat Bernadette dibaptis. Kemudian beranjak ke Kapel tempat menerima komuni pertama. Bernadette akhirnya dipanggil Tuhan pada 1879 dan hingga kini jenazahnya masih utuh terbaring di Kota Nevers, Perancis bagian tengah.
Sambil berjalan kaki, peziarah juga dapat menikmati cantiknya Kota Lourdes yang terletak di pegunungan Pyrenees. Kemacetan akan kendaraan peziarah kadang tak terelakkan saat liburan seperti ini. Sebelum kembali ke gua, peziarah umumnya bertandang ke gerai cenderamata yang menjual Patung Maria atau botol-botol kecil sebagai buah tangan Air Grotto. Gerai Rosario menjadi paling favorit karena menjual buah tangan mulai harga Rp 10 ribu.
Selanjutnya perjalanan diakhiri dengan kembali ke kawasan Gua Maria. Dalam perjalanan balik, peziarah akan melewati lapangan Basilika Santa Maria yang menjadi tempat pusat prosesi lilin. Prosesi dilakukan pada malam hari dan diikuti peziarah dari berbagai belahan dunia.(UPI/Sella Wangkar)