Liputan6.com, Jakarta: Dua pria mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ahad (13/7). Mereka ingin mengenali korban mutilasi yang ditemukan di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. Tapi, niat mereka ditolak karena tidak ada petugas administrasi dan forensik.
Akhirnya mereka berusaha memastikan ke Kepolisian Resor Jaksel yang menangani kasus. Kedua pria itu adalah kerabat Heri Santoso, pria berusia 4o tahun asal Bekasi.
Advertisement
Kapolres Jaksel membenarkan identitas korban mutilasi adalah Heri Santoso. Kasus mutilasi ini terkuak dengan penemuan jasad terpotong tujuh di Kebagusan oleh warga kemarin. Potongan-potongan tubuh ini ditemukan tersebar. Tubuh dan tangan di koper, sedangkan kepala, tangan, serta isi perut dalam plastik [baca: Mayat Lelaki Terpotong Tujuh ].
Dalam setengah tahun saja sudah tercatat 9 kasus mutilasi. Ini menyamai jumlah kasus dalam tiga tahun. Menurut kriminolog, Adrianus Meliala, pembuangan korban mutilasi dalam koper menandakan pelaku memang berniat membuang korban ke tempat jauh.
Seringkali pelaku dan motif mutilasi tak terungkap. Seperti April lalu. Seorang wanita asal Brebes, Jawa Tengah yang merantau ke Jakarta jasadnya ditemukan di Bekasi termutilasi.(IAN/Don Vito Samarta dan Arofah Sopandi)