Keluarga Letkol Supriyadi Gelar Tahlilan

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Letkol Supriyadi yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat Cassa 212 milik TNI Angkatan Udara. Malam ini, keluarga maupun kerabat kerja Supriyadi menggelar tahlilan di rumah duka.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Juni 2008, 23:08 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Alunan pembacaan Surah Yasin terdengar dari rumah almarhum Letnan Kolonel Supriyadi di kawasan Halim, Jakarta Timur, Senin (30/6) malam. Ayat-ayat suci Alquran itu dibawakan keluarga dekat. Supriyadi adalah seorang di antara korban musibah jatuhnya pesawat Cassa 212 milik TNI Angkatan Udara di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Meski merasakan duka yang mendalam, istri korban, Yetti Susilowati, berusaha tegar mengikuti tahlilan pertama ini. Supriyadi meninggalkan dua anak yang masih remaja. Tak ada firasat apa pun yang dirasakan keluarga ketika korban berangkat terbang bersama 17 penumpang lainnya.

Korban yang dikuburkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, telah meraih tiga satya lencana. Di antaranya Satya Lencana GOM VII ketika almarhum bertugas di Aceh.

Kegiatan terbang adalah hal yang lazim dilakoni korban yang lahir pada 20 November 1956. Namun karena usia pesawat yang sudah mencapai 30 tahun diyakini sebagai penyebab jatuhnya pesawat di kaki Gunung Salak, Bogor, pada Kamis siang silam sehingga menewaskan seluruh penumpangnya.

Karangan bunga dari berbagai kalangan terlihat masih banyak di jalan dan halaman rumah mendiang Letkol Supriyadi. Termasuk dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan staf Departemen Keuangan, tempat istri korban bekerja.

Senin ini, empat anggota TNI AU dan seorang warga sipil yang tewas dalam kecelakaan pesawat Cassa 212 telah dimakamkan. Tiga belas korban meninggal lainnya sudah dikebumikan, Ahad silam, setelah disemayamkan di hanggar Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta [baca: Korban Cassa 212 Telah Dimakamkan].(ANS/Sufiani Tanjung dan Ahmad Haris)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya