Liputan6.com, Jakarta: Hashim Djojohadikusumo mengaku percaya kepada Hugo Kreijger karena pria berkebangsaan Belanda tersebut seorang konsultan ahli dalam bidang seni budaya Asia ternama di luar negeri. Ia juga pernah bekerja hampir 20 tahun di Balai Lelang Christie, London, Inggris, konsultan museum di Belanda, Amerika Serikat, dan banyak dipakai oleh lembaga-lembaga di Eropa. Demikian dikatakan Hashim kepada repoter Ariyo Ardi dalam dialog Liputan 6 Petang, Jumat (25/1).
Pengusaha nasional ini menambahkan, dirinya semakin percaya karena Hugo menunjukkan dokumen arca. "Dia juga menyatakan ini asli, sah, dan legal," kata Hashim. Hashim mengaku tidak tahu jika arca itu milik Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah. "Menurut Hugo, arca itu milik keluarga Keraton Solo," jelas dia.
Hashim mengatakan, sebagai seorang kolektor benda seni, dia berhak menempatkan arca itu di rumah atau di kantor. "Karena saya kolektor, tidak ada kewajiban saya menyerahkan kepada negara. Hanya cagar budaya saja harus dilapokan kepada negara. Sementara benda (arca) itu bukan cagar budaya," terang dia.
Namun kata Hashim, suatu saat nanti koleksinya itu akan ditempatkan di suatu museum. "Saat ini, saya sedang bernegosiasi dengan pihak Universitas Indonesia (UI) agar museum tersebut di bangun di situ," ungkap Hashim.
Setelah kasus pencurian arca ini terbongkar, Hashim mengaku dirinya langsung menelepon Hugo serta memarahinya. Hugo pun mengaku kaget mengetahui arca itu ternyata curian dan langsung meminta maaf kepada Hashim. Terkait siapa yang menipu, Hashim menyerahkan kasus ini kepada hukum [baca: Hashim Tak Terima Dicap Sebagai Penadah].
Jumat pagi, Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng Tri Hatmaji kembali memenuhi panggilan Markas Kepolisian Kota Besar Solo. Tri dimintai keterangan seputar penerbitan dokumen palsu dari BP3 yang dilakukan oleh Heru Suryanto sehingga keenam arca Radya Pustaka bisa lolos ke luar negeri.
Sementara itu, Hugo yang merupakan salah satu saksi kunci hingga kini belum memenuhi panggilan Poltabes Solo. Padahal, Hogo sudah disurati berulang kali. Sejauh ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait pencurian arca Museum Radya Pustaka [baca: Hugo Kreijger Belum Ditahan].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)