Liputan6.com, Jakarta: Sekitar seratus anggota Partai Aksi Rakyat Indonesia (PARI), Ahad (24/6) siang, mengunjungi kediaman ketua umumnya, Agus Miftach, yang mengalami musibah perampokan di rumahnya, kemarin. [baca: Rumah Agus Miftah Dirampok].
Para anggota PARI tiba pukul 13.00 WIB di kediaman Agus, di Jalan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Selain menyatakan simpati kepada pimpinan mereka, anggota PARI juga menuntut agar Kepolisian Daerah Metro Jaya segera menangkap para pelaku yang diduga sengaja mencuri sejumlah dokumen politik milik Agus.
Kepada SCTV Agus mengatakan, beberapa dokumen yang hilang dalam perampokan itu sangat penting, karena isinya berupa berkas berbagai kecurangan sejumlah partai yang mengikuti pemilu 7 Juni 1999. Itulah sebabnya, Agus yang juga mantan anggota Komisi Pemilihan Umum merasa yakin perampokan di kediamannya bukan perampokan biasa, melainkan perampokan politis.
Kendati mengaku tak menuding secara langsung, Agus mencurigai keterlibatan Partai Golkar dalam pencurian dokumen-dokumen miliknya. Sampai kini, Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus tersebut.(RSB/Lita Hariyani dan Agus Ginanjar)
Para anggota PARI tiba pukul 13.00 WIB di kediaman Agus, di Jalan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Selain menyatakan simpati kepada pimpinan mereka, anggota PARI juga menuntut agar Kepolisian Daerah Metro Jaya segera menangkap para pelaku yang diduga sengaja mencuri sejumlah dokumen politik milik Agus.
Kepada SCTV Agus mengatakan, beberapa dokumen yang hilang dalam perampokan itu sangat penting, karena isinya berupa berkas berbagai kecurangan sejumlah partai yang mengikuti pemilu 7 Juni 1999. Itulah sebabnya, Agus yang juga mantan anggota Komisi Pemilihan Umum merasa yakin perampokan di kediamannya bukan perampokan biasa, melainkan perampokan politis.
Kendati mengaku tak menuding secara langsung, Agus mencurigai keterlibatan Partai Golkar dalam pencurian dokumen-dokumen miliknya. Sampai kini, Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus tersebut.(RSB/Lita Hariyani dan Agus Ginanjar)