Liputan6.com, Jember: Pelajar. Di masa perjuangan, seorang pelajar seringkali mengemban tugas perjuangan. Tentara pelajar, demikian mereka dikenal. Uniknya tiap daerah memiliki pasukan pelajar berbeda-beda. Kalau di Jawa Tengah dikenal dengan Tentara Pelajar, kelompok ini memiliki nama lain di Jawa Timur. Adalah Tentara Republik Indonesia Pelajar atau TRIP yang dikenal dengan sebutan Mastrip.
Kini Mastrip tak lagi angkat senjata. Tapi semangat perjuangan mengusir penjajah masih membara. Tengok saja kegiatan para lanjut usia di aula Gedung Juang `45, Jalan Bengawan Solo, Jember, Jatim. Semangat itu begitu terasa saat mereka menyanyikan mars Tentara Pelajar.
Advertisement
Maklum, para manula di Gedung Juang itu adalah istri-istri prajurit TRIP. Paduan suara itu dipimpin prajurit TRIP bernama Prajurit Sati Djoko Pramudito. Semangat juang lelaki berumur 77 tahun ini tak pernah lekang di makan usia. Doktrin perjuangan yang pernah diterima saat bergabung di TRIP pada 1947 masih berkobar.
Djoko masih berusia 17 tahun ketika bergabung dengan TRIP yang bermarkas di Bondowoso. Saat itu dia tercatat sebagai pelajar sekolah pertanian menengah. Saat itu pula Djoko harus pandai mengatur waktu antara belajar dan berjuang di medan tempur.
Selain berkumpul bersama keluarga. Suasana yang paling menyenangkan adalah ketika berkumpul dengan sesama teman seperjuangan. Djoko dan beberapa rekan lainnya bertemu saat upacara penganugerahan tanda penghargaan bagi para mantan pejuang yang rutin digelar jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Sebagai seorang pejuang, Djoko berkeinginan terus mengobarkan semangat perjuangan terutama bagi para generasi muda yang dinilai mulai luntur. Zaman memang berbeda namun semangat perjuangan tak semestinya berubah. Para pelajar selayaknya menteladani para pendahulu seperti mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)