Liputan6.com, Jakarta: Musik adalah bahasa dunia. Lantaran itulah sejumlah seniman mencoba memadukan dua corak warna musik yang berbeda ke dalam satu alunan lagu. Kali ini, gamelan asal Jawa dipadukan dengan musik klasik. Hasilnya, warna musik unik namun sedap didengar tercipta. Kolaborasi karya seniman Inggris dan Indonesia itu pun disambut luar biasa para penonton, di Gedung Kesenian Jakarta, baru-baru ini.
Mengawinkan gamelan Jawa dan musik klasik boleh dibilang jarang. Maklumlah, karakter alat-alat musik klasik dan tradisional Jawa sangat berbeda. Jadi, sebenarnya, pekerjaan itu pun bukan perkara mudah. Tapi rupanya, pandangan tadi terbantahkan. Buktinya, kelompok musik Orchestra Halle dan kelompok musik Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta mampu melakukannya. Hasil kolaborasi ini pun luar biasa.
Uniknya lagi, keenam anggota Halle dan enam pemain gamelan STSI tadi hanya berlatih tepat satu pekan saja. Lantas, masih ada atraksi permainan alat musik etnis Jawa berupa gendang yang dimainkan anggota Halle.
Keberhasilan kolaborasi tadi tentu saja membawa perkembangan baru yang lebih cerah bagi dunia musik tradisional. Sebab dengan cara serupa itu, musik tradisional pasti bisa tetap bertahan, atau bahkan terus berkembang, seiring perkembangan musik modern lainnya.(BMI/Andre Bangsawan dan Dwi Guntoro)
Mengawinkan gamelan Jawa dan musik klasik boleh dibilang jarang. Maklumlah, karakter alat-alat musik klasik dan tradisional Jawa sangat berbeda. Jadi, sebenarnya, pekerjaan itu pun bukan perkara mudah. Tapi rupanya, pandangan tadi terbantahkan. Buktinya, kelompok musik Orchestra Halle dan kelompok musik Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta mampu melakukannya. Hasil kolaborasi ini pun luar biasa.
Uniknya lagi, keenam anggota Halle dan enam pemain gamelan STSI tadi hanya berlatih tepat satu pekan saja. Lantas, masih ada atraksi permainan alat musik etnis Jawa berupa gendang yang dimainkan anggota Halle.
Keberhasilan kolaborasi tadi tentu saja membawa perkembangan baru yang lebih cerah bagi dunia musik tradisional. Sebab dengan cara serupa itu, musik tradisional pasti bisa tetap bertahan, atau bahkan terus berkembang, seiring perkembangan musik modern lainnya.(BMI/Andre Bangsawan dan Dwi Guntoro)