Liputan6.com, Bukittinggi: Seekor harimau sumatra yang dijerat warga di Sawahlunto, Sumatra Barat, hari ini (16/8) sudah dibawa ke Bukittinggi. Kondisi binatang buas yang dilindungi tersebut pun membaik. Namun, sang raja rimba akan kehilangan salah satu kakinya yang terluka parah karena harus diamputasi.
Dengan tatapan sayu, harimau sumatra ini hanya bisa berbaring lemah di kandang karantina di Taman Margasatwa Kinantan, Bukittinggi. Walau masih trauma karena terjerat, saat ini satwa liar itu sudah dapat makan dan minum. Hanya saja, luka parah di kaki membuat sang harimau tak bisa bergerak bebas.
Advertisement
Akibat terperangkap jerat, jaringan tulang kaki kiri belakang harimau ini hancur, bahkan nyaris putus. "Jerat itu menembus jaringan kulit dan tulang," ucap Marta, petugas Taman Margasatwa Kinantan. Dan untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah, menurut Marta, satu kaki binatang itu harus diamputasi.
Harimau malang ini terperangkap jerat yang dipasang warga Desa Taratak Bancah, Sawahlunto, Rabu malam silam. Warga kesal lantaran si belang memangsa ternak mereka [baca: Seekor Harimau Sumatra Masuk Perangkap].
Binatang bernama Latin Panthera tigris sumatrae itu termasuk satwa yang dilindungi. Namun dengan motif membunuh pemangsa ternak atau untuk mendapatkan kulitnya, perburuan terhadap satwa buas itu masih berlangsung.
Sejak tahun 2005, di Sumatra Barat saja ada sekitar 15 ekor harimau sumatra ditangkap warga dalam keadaan hidup atau mati. Sekarang populasi satwa ini tinggal sekitar 350 sampai 400 ekor. Bila tak ada tindakan lebih jauh untuk menyelamatkannya, tak mustahil Sumatra akan benar-benar kehilangan raja rimbanya. Seperti halnya harimau jawa dan bali yang dinyatakan punah [baca: Ajal Si Raja Rimba].(ANS/Denni Risman dan Arset Kusnadi)