Liputan6.com, Jakarta: Sukarno bisa disebut notabene dengan seni. Tak heran bila presiden pertama RI itu dikenal amat mencintai berbagai benda seni. Hingga kini, semua benda-benda bernilai tinggi koleksi Bung Karno (BK) masih tersimpan di lingkungan Istana Kepresidenan. Mulai dari lukisan, keramik, patung, hingga tongkat komando.
Koleksi itu diperoleh BK dalam setiap kesempatan kunjungan ke berbagai tempat, di Indonesia maupun ke luar negeri. Semua benda itu dikumpulkan untuk menghiasi lingkungan Istana Kepresidenan. Untuk memperolehnya, terkadang sang Proklamator itu memesan, membeli langsung, mempekerjakan pelukis istana, bahkan hingga memburu ke sejumlah galeri seni.
Hasilnya memang bukan kepalang. Ribuan lukisan dan patung menghiasi enam Istana Kepresidenan. Di Istana Merdeka dan Istana Negara Jakarta, misalnya. Setiap penjuru ruangan Istana Merdeka dihiasi benda-benda yang menyiratkan keindahan. Sementara di Istana Negara, lukisan wajah-wajah revolusi, lukisan pejuang kemerdekaan, dan lukisan karya Basuki Abdullah dengan obyek wanita. Semua lukisan itu mewarnai dinding berbagai ruangan dalam istana bergaya arsitektur Eropa ini.
Selain itu, puluhan senjata tradisional dan tongkat komando milik BK yang kerap dipakai dalam berbagai acara kenegaraan, hingga kini masih tersimpan. "Semua dirawat dengan baik," kata Kepala Bagian Seni dan Budaya Sekretariat Presiden RI Adek Wahyuni, Sebagian benda tadi dipajang di ruang tunggu tamu Wakil Presiden di Istana Negara.
Lantaran itu agaknya di Istana Kepresidenan Jakarta, juga secara khusus dibangun Museum Puri Bhakti Renatama untuk menyimpan berbagai koleksi pribadi kepala negara, termasuk warisan BK. Di museum yang terbagi atas dua gedung ini, dipamerkan lukisan-lukisan berukuran besar karya Raden Saleh. Contohnya "Pertarungan Dengan Singa" dan "Penangkapan Pangeran Diponegoro". Di satu rak khusus, juga terpajang keramik-keramik asli Cina dalam berbagai bentuk dan warna serta satu set gamelan Kanjeng Kyai Bundet. Selain itu masih ada lagi sejumlah hadiah dari masyarakat dan pemimpin negara lain, seperti gading gajah dan satu set kursi meja dari marmer.
Satu bangunan lain yang menjadi saksi kecintaan BK kepada keindahan adalah sanggar lukisan. Di tempat itu tersimpan ratusan lukisan koleksi pribadi Sukarno hasil karya para pelukis istana. Para pelukis itu adalah Dullah, Lee Man Fong, Lim Wasim, Basuki Abdullah, serta Soedjojono. Di sanggar itu pula dipamerkan karya-karya besar dari berbagai pelukis lainnya seperti Walter Spies dengan karya "Pemandangan Pagi di Iseh".(BMIEsther Mulyanie dan Jopie Jacob)
Koleksi itu diperoleh BK dalam setiap kesempatan kunjungan ke berbagai tempat, di Indonesia maupun ke luar negeri. Semua benda itu dikumpulkan untuk menghiasi lingkungan Istana Kepresidenan. Untuk memperolehnya, terkadang sang Proklamator itu memesan, membeli langsung, mempekerjakan pelukis istana, bahkan hingga memburu ke sejumlah galeri seni.
Hasilnya memang bukan kepalang. Ribuan lukisan dan patung menghiasi enam Istana Kepresidenan. Di Istana Merdeka dan Istana Negara Jakarta, misalnya. Setiap penjuru ruangan Istana Merdeka dihiasi benda-benda yang menyiratkan keindahan. Sementara di Istana Negara, lukisan wajah-wajah revolusi, lukisan pejuang kemerdekaan, dan lukisan karya Basuki Abdullah dengan obyek wanita. Semua lukisan itu mewarnai dinding berbagai ruangan dalam istana bergaya arsitektur Eropa ini.
Selain itu, puluhan senjata tradisional dan tongkat komando milik BK yang kerap dipakai dalam berbagai acara kenegaraan, hingga kini masih tersimpan. "Semua dirawat dengan baik," kata Kepala Bagian Seni dan Budaya Sekretariat Presiden RI Adek Wahyuni, Sebagian benda tadi dipajang di ruang tunggu tamu Wakil Presiden di Istana Negara.
Lantaran itu agaknya di Istana Kepresidenan Jakarta, juga secara khusus dibangun Museum Puri Bhakti Renatama untuk menyimpan berbagai koleksi pribadi kepala negara, termasuk warisan BK. Di museum yang terbagi atas dua gedung ini, dipamerkan lukisan-lukisan berukuran besar karya Raden Saleh. Contohnya "Pertarungan Dengan Singa" dan "Penangkapan Pangeran Diponegoro". Di satu rak khusus, juga terpajang keramik-keramik asli Cina dalam berbagai bentuk dan warna serta satu set gamelan Kanjeng Kyai Bundet. Selain itu masih ada lagi sejumlah hadiah dari masyarakat dan pemimpin negara lain, seperti gading gajah dan satu set kursi meja dari marmer.
Satu bangunan lain yang menjadi saksi kecintaan BK kepada keindahan adalah sanggar lukisan. Di tempat itu tersimpan ratusan lukisan koleksi pribadi Sukarno hasil karya para pelukis istana. Para pelukis itu adalah Dullah, Lee Man Fong, Lim Wasim, Basuki Abdullah, serta Soedjojono. Di sanggar itu pula dipamerkan karya-karya besar dari berbagai pelukis lainnya seperti Walter Spies dengan karya "Pemandangan Pagi di Iseh".(BMIEsther Mulyanie dan Jopie Jacob)