Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru bersama Education Forum, bertemu dengan anggota Komisi X DPR, Selasa (29/5) siang. Dalam pertemuan itu mereka meminta DPR mendesak pemerintah meniadakan ujian nasional karena tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan siswa dalam belajar. Mereka juga mengecam pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan mereka yang tidak lulus ujian nasional sebagai siswa yang malas dan bodoh.
Pernyataan tersebut didukung sepenuhnya oleh Ahmad Sutarwan, salah seorang guru yang dipecat dari sekolahnya gara-gara membocorkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional silam. Ahmad berharap semua kasus kecurangan ujian nasional dapat diusut tuntas agar tidak merugikan para siswa.
Sebelumnya, sejumlah guru yang juga anggota Komunitas Air Mata Guru telah diancam pihak sekolahnya mengajar. Mereka akan dilaporkan ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah dengan melaporkan kecurangan yang terjadi saat ujian nasional [baca: Guru Pengungkap Kecurangan Ujian Terancam Dilaporkan].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Pernyataan tersebut didukung sepenuhnya oleh Ahmad Sutarwan, salah seorang guru yang dipecat dari sekolahnya gara-gara membocorkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional silam. Ahmad berharap semua kasus kecurangan ujian nasional dapat diusut tuntas agar tidak merugikan para siswa.
Sebelumnya, sejumlah guru yang juga anggota Komunitas Air Mata Guru telah diancam pihak sekolahnya mengajar. Mereka akan dilaporkan ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah dengan melaporkan kecurangan yang terjadi saat ujian nasional [baca: Guru Pengungkap Kecurangan Ujian Terancam Dilaporkan].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)