Roah mengaku cukup puas setelah melihat makam anaknya. Dia juga menyampaikan ke Rektor IPDN bahwa jenazah Aliyan tidak perlu dipindahkan ke kampung halaman di Kalimantan Barat.
Setelah bertemu Johanis, ibu dan adik almarhum juga bertatap muka dengan salah satu dosen IPDN, Inu Kencana, untuk mendengarkan kronologis kematian almarhum tahun 1993. Pasalnya, Inu adalah pihak yang mengetahui peristiwa meninggalnya Aliyan [baca: Pihak IPDN Mencoba Menutupi Kekerasan di Kampus].(ADO/Muhamad Achir dan Dedy Sunandar)
Advertisement