Liputan6.com, Tripoli: Gejolak politik di Lebanon belum reda. Kelompok oposisi yang dimotori Hizbullah terus berusaha menggulingkan Perdana Menteri Fuad Siniora. Salah satunya dengan memboikot bantuan keuangan para negara donor. Sebaliknya, Siniora tak mau mendengar tuntutan opisisi dan tetap menggalang dana.
Sepanjang Rabu (24/1), unjuk rasa terjadi di Kota Beirut dan sejumlah daerah lainnya. Demonstran berbaring di jalan sehingga lalu lintas lumpuh total. Warga pendukung Hizbullah ini juga membakar ban-ban bekas. Akibatnya asap hitam tebal menyelimuti Beirut. Sebagian besar toko dan sekolah memilih untuk tutup.
Dalam aksi kemarin seorang warga tewas. Korban meninggal dunia dalam bentrokan dengan tentara pemerintah di Tripoli, Lebanon Selatan. Hari ini, ribuan warga turun ke jalan untuk mengikuti prosesi pemakaman korban.
Sehari sebelumnya pihak Hizbullah memutuskan menghentikan pemogokan menyusul jatuhnya tiga korban jiwa dan 133 orang lainnya cedera. Unjuk rasa antipemerintah yang diotaki Hizbullah ini bergulir sejak awal September silam. Kelompok oposisi ini berniat menggulingkan Siniora [baca: Hizbullah Berunjuk Rasa Antipemerintah].
Situasi Lebanon semakin panas setelah Fuad Siniora memutuskan tetap menghimpun dana bantuan internasional. Kemarin Siniora menemui Presiden Prancis Jacques Chiraq yang menjanjikan dana US$ 500 juta untuk pembangunan kembali Lebanon yang porak-poranda pancaserangan militer Israel setahun silam.(JUM)
Sepanjang Rabu (24/1), unjuk rasa terjadi di Kota Beirut dan sejumlah daerah lainnya. Demonstran berbaring di jalan sehingga lalu lintas lumpuh total. Warga pendukung Hizbullah ini juga membakar ban-ban bekas. Akibatnya asap hitam tebal menyelimuti Beirut. Sebagian besar toko dan sekolah memilih untuk tutup.
Dalam aksi kemarin seorang warga tewas. Korban meninggal dunia dalam bentrokan dengan tentara pemerintah di Tripoli, Lebanon Selatan. Hari ini, ribuan warga turun ke jalan untuk mengikuti prosesi pemakaman korban.
Sehari sebelumnya pihak Hizbullah memutuskan menghentikan pemogokan menyusul jatuhnya tiga korban jiwa dan 133 orang lainnya cedera. Unjuk rasa antipemerintah yang diotaki Hizbullah ini bergulir sejak awal September silam. Kelompok oposisi ini berniat menggulingkan Siniora [baca: Hizbullah Berunjuk Rasa Antipemerintah].
Situasi Lebanon semakin panas setelah Fuad Siniora memutuskan tetap menghimpun dana bantuan internasional. Kemarin Siniora menemui Presiden Prancis Jacques Chiraq yang menjanjikan dana US$ 500 juta untuk pembangunan kembali Lebanon yang porak-poranda pancaserangan militer Israel setahun silam.(JUM)