Liputan6.com, Jakarta: Setelah tiga hari di rawat di Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Lutfi, pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV), meninggal, Sabtu (30/12) pukul 23.00 WIB. Usai dimandikan, jenazah Lutfi kemudian disalatkan di sebuah masjid dekat tempat pemakaman.
Jasad Lutfi dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Kampung Kecil, Jakarta, diantar oleh beberapa tetangga. Keharuan sempat terasa saat liang lahat Lutfi mulai ditimbun tanah. Pria berusia 25 tahun meninggal sebatang kara tanpa sanak saudara yang peduli.
Semasa sakit, Lutfi sempat dirawat di RS Bhakti Mulia, Jalan Bukit Duri, Tanjakan, Jakarta Selatan. Namun, ia mendapat perlakuan berbeda. Di rumah sakit ini, Lutfi tidak mendapat perawatan dengan baik setelah hasil laboratorium menunjukkan dia positif HIV [baca: Potret Perjuangan Penderita HIV]
Tidak putus asa dalam mencari perawatan, tetangga Lutfi yang selama ini merasa iba terhadapnya, merujuk pria yatim piatu ini ke RS Persahabatan. Kondisi Lutfi sempat membaik setelah dipasangi infus dan alat bantu pernapasan. Namun selang tiga hari, Lutfi menghembuskan napas terakhir [baca: Pasien HIV Dirawat di Ruangan Biasa].(BOG/Cindy Agustina dan Prihandoyo)
Jasad Lutfi dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Kampung Kecil, Jakarta, diantar oleh beberapa tetangga. Keharuan sempat terasa saat liang lahat Lutfi mulai ditimbun tanah. Pria berusia 25 tahun meninggal sebatang kara tanpa sanak saudara yang peduli.
Semasa sakit, Lutfi sempat dirawat di RS Bhakti Mulia, Jalan Bukit Duri, Tanjakan, Jakarta Selatan. Namun, ia mendapat perlakuan berbeda. Di rumah sakit ini, Lutfi tidak mendapat perawatan dengan baik setelah hasil laboratorium menunjukkan dia positif HIV [baca: Potret Perjuangan Penderita HIV]
Tidak putus asa dalam mencari perawatan, tetangga Lutfi yang selama ini merasa iba terhadapnya, merujuk pria yatim piatu ini ke RS Persahabatan. Kondisi Lutfi sempat membaik setelah dipasangi infus dan alat bantu pernapasan. Namun selang tiga hari, Lutfi menghembuskan napas terakhir [baca: Pasien HIV Dirawat di Ruangan Biasa].(BOG/Cindy Agustina dan Prihandoyo)