Liputan6.com, Jakarta: Wabah flu burung di Tanah Air yang merebak sejak beberapa tahun ini ternyata belum bisa diatasi pemerintah. Korban virus avian influenza masih terus berjatuhan sampai akhir 2006 ini. Terakhir, tujuh pasien di Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, dipastikan negatif terinfeksi virus flu burung oleh Departemen Kesehatan, belum lama berselang.
Para pasien tersebut adalah warga Lhokseumawe Utara yang sebelumnya deman tinggi dan sesak napas. Ribuan unggas di daerah pasien flu burung itu juga mati mendadak karena virus sub tipe H5N1. Rencananya, besok akan diadakan pemusnahan massal unggas oleh Depkes setempat untuk mencegah penyebaran penyakit flu burung ini [baca: Tujuh Warga Aceh Negatif Flu Burung].
Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah terhadap pencegahan wabah flu burung ini ternyata belum bisa dianggap berhasil. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terbaru menyebutkan virus flu burung di 10 negara di dunia telah meminta 146 korban jiwa. Sebanyak 74 kasus dengan 57 orang meninggal terdapat di Indonesia.
Kini, masyarakat Indonesia perlu mewaspadai wabah penyakit mematikan saat musim hujan kali ini. Sebab, suhu udara dingin akibat hujan mampu membuat daya hidup virus flu burung lebih lama dan menyebar.(ZIZ/Vivi Waluyo dan Junaedi Setiawan)
Para pasien tersebut adalah warga Lhokseumawe Utara yang sebelumnya deman tinggi dan sesak napas. Ribuan unggas di daerah pasien flu burung itu juga mati mendadak karena virus sub tipe H5N1. Rencananya, besok akan diadakan pemusnahan massal unggas oleh Depkes setempat untuk mencegah penyebaran penyakit flu burung ini [baca: Tujuh Warga Aceh Negatif Flu Burung].
Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah terhadap pencegahan wabah flu burung ini ternyata belum bisa dianggap berhasil. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terbaru menyebutkan virus flu burung di 10 negara di dunia telah meminta 146 korban jiwa. Sebanyak 74 kasus dengan 57 orang meninggal terdapat di Indonesia.
Kini, masyarakat Indonesia perlu mewaspadai wabah penyakit mematikan saat musim hujan kali ini. Sebab, suhu udara dingin akibat hujan mampu membuat daya hidup virus flu burung lebih lama dan menyebar.(ZIZ/Vivi Waluyo dan Junaedi Setiawan)