Warga Perumtas Minta Rumah Mereka Ditenggelamkan

Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I berharap lumpur menenggelamkan rumah mereka agar mendapat ganti rugi dari PT Lapindo Brantas. Genangan lumpur telah mencemari sumur sehingga warga menderita gatal-gatal.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Desember 2006, 07:06 WIB
Liputan6.com, Sidoarjo: Ketidakpastian penutupan tanggul di Desa Kedungbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, yang berakibat melubernya lumpur PT Lapindo Brantas ke Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perumtas) membuat warga semakin resah. Selain isu ketiadaan ganti rugi, sebagian dari mereka juga menolak penyedotan air lumpur untuk dibuang ke sungai terdekat. Pasalnya langkah itu dianggap tidak menyelesaikan masalah. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Sidoarjo, Ahad (10/12).

Warga justru berharap rumah mereka terbenam lumpur sekalian agar mendapat ganti rugi. Sebab, ada desas-desus PT Lapindo tidak akan memberikan ganti rugi rumah yang tergenang lumpur. Alasannya, luberan lumpur di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I akibat ledakan pipa gas Pertamina bukan lantaran Lapindo [baca: Perumahan Tanggulangin Seperti Kampung Mati].

Belum lagi soal itu beres, permasalahan lain mulai muncul. Sejumlah sumur di rumah yang tadinya tak tercemar kini warna airnya berubah menjadi kecokelatan dan rasanya asin. Pencemaran air itu mengakibatkan sebagian warga terserang penyakit kulit. Saat ini, warga berharap bantuan air bersih dari pihak Lapindo Brantas.(BOG/Eko Yudho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya