Utang Luar Negeri Lunas 200 Tahun Lagi

Sejumlah sumber daya alam Indonesia tak dikelola secara benar. Kondisi ini membuat Indonesia terancam jeratan utang hingga ratusan tahun ke depan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Mei 2001, 19:10 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah dinilai tak berupaya maksimal dalam memberdayakan sumber daya alam (SDA) yang masih menyimpan potensi pemasukan devisa. Padahal, Indonesia memiliki sejumlah sektor yang bisa diberdayakan, seperti agroindustri, kelautan, dan pertanian. Demikian kesimpulan Pakar Agroindsutri M. Said Didu dan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Chandra Motik, baru-baru ini, di Jakarta.

Menurut Said, jika pemerintah tak segera memberdayakan SDA, Indonesia akan terjerat utang dalam jangka waktu 200 tahun. Namun, jika pemerintah sadar dan segera memberdayakan SDA, tekanan utang Indonesia hanya sampai 60 tahun ke depan. "Itu pun harus ditambah dengan penjualan aset Badan Penyehatan Perbankan Nasional," kata Said.

Saat ini, kata Chandra, utang luar negeri indonesia telah mencapai US$ 150 miliar. Celakanya, dari 300 jenis komoditas yang ada, pemerintah hanya mengelola 12 komoditas yang menghasilkan devisa, seperti kayu, karet, kopi, sawit, dan perikanan. Chandra menyarankan, pemerintah sebaiknya menyerahkan komoditas tak produktif kepada pihak swasta.(ULF/Indy Rahmawati dan Hendro Wahyudi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya