Tawuran terjadi lantaran sejumlah preman di Desa Kreo memalak rombongan warga Desa Gujeg. Mereka memukuli warga Desa Gujeg karena tak mau memberikan uang. Mereka juga mengambil paksa tiga sepeda motor yang sedang dikendarai warga Desa Gujeg.
Warga Desa Gujeg yang lain marah. Mereka lalu membalas dengan membakar sepeda motor milik warga Kreo yang sedang melintas. Tak lama berselang tawuran pecah. Warga saling lempar batu dan benda lainnya. Bentrokan baru reda setelah satu peleton polisi tiba di lokasi kejadian.
Advertisement
Hingga semalam, suasana di dua desa masih mencekam. Polisi menemukan sejumlah senjata tajam seperti parang dan celurit. Kepolisian Sektor Arjawinangan langsung menggelar pertemuan antara wakil dari dua desa, kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda untuk meredam bentrokan lanjutan.(JUM/Ridwan Pamungkas)