Liputan6.com, Poso: Ratusan personel Brigade Mobil menjaga ketat Kota Poso, Sulawesi Tengah, Senin (23/10), pascabentrokan antara warga dan polisi tadi malam. Dalam kejadian itu seorang warga tewas tertembak serta dua warga dan seorang anggota Brimob terluka.
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Badrodin Haitu, situasi Poso sudah kondusif. Meski begitu, polisi masih disebar di sejumlah titik rawan. Dia menjelaskan, insiden bermula saat polisi menggelar razia di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Gebang Rejo, sekitar pukul 21.15 WITA. Operasi dilakukan untuk mencari seorang warga yang memiliki identitas ganda. Namun, kedatangan polisi dihalangi puluhan warga sehingga terjadi ketegangan.
Polisi meminta bantuan ke Markas Kepolisian Resor Poso. Tak lama berselang datang satu satuan setingkat kompi pasukan Brimob. "Kedatangan Brimob inilah yang membuat situasi menjadi tegang hingga terjadi saling tembak," kata Badrodin.
Sedangkan menurut keterangan Kapolres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Rudy Sufahriadi, ketegangan diawali ledakan bom sekitar pukul 19.00 WITA. Setelah itu sekelompok warga dari Tanah Runtuh, Desa Gebang Rejo, menembaki pos polisi di Polmas dan membakar sebuah truk polisi dan dua sepeda motor. Warga juga sempat menyerang kendaraan taktis polisi baracuda yang didatangkan untuk mengevakuasi aparat.
Korban tewas akibat bentrokan bernama Syaifuddin. Dia tertembak dibagian paha. Sedangkan korban kritis bernama Muhammad Rizki dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Seorang anggota Brimob juga terluka di bagian kepala.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Badrodin Haitu, situasi Poso sudah kondusif. Meski begitu, polisi masih disebar di sejumlah titik rawan. Dia menjelaskan, insiden bermula saat polisi menggelar razia di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Gebang Rejo, sekitar pukul 21.15 WITA. Operasi dilakukan untuk mencari seorang warga yang memiliki identitas ganda. Namun, kedatangan polisi dihalangi puluhan warga sehingga terjadi ketegangan.
Polisi meminta bantuan ke Markas Kepolisian Resor Poso. Tak lama berselang datang satu satuan setingkat kompi pasukan Brimob. "Kedatangan Brimob inilah yang membuat situasi menjadi tegang hingga terjadi saling tembak," kata Badrodin.
Sedangkan menurut keterangan Kapolres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Rudy Sufahriadi, ketegangan diawali ledakan bom sekitar pukul 19.00 WITA. Setelah itu sekelompok warga dari Tanah Runtuh, Desa Gebang Rejo, menembaki pos polisi di Polmas dan membakar sebuah truk polisi dan dua sepeda motor. Warga juga sempat menyerang kendaraan taktis polisi baracuda yang didatangkan untuk mengevakuasi aparat.
Korban tewas akibat bentrokan bernama Syaifuddin. Dia tertembak dibagian paha. Sedangkan korban kritis bernama Muhammad Rizki dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Seorang anggota Brimob juga terluka di bagian kepala.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)