Janur, Komoditi Potensial untuk Bali

Fungsi janur atau daun muda kelapa tak cuma untuk ketupat. Umat Hindu Pulau Dewata membutuhkannya sebagai pelengkap sesajen. Kebutuhan itu mencapai 8 ton per hari.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Mei 2001, 03:16 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Dalam setiap peribadatan umat Hindu di Bali, janur atau daun kelapa yang masih muda diperlukan sebagai pelengkap sesajen. Masyarakat Pulau Dewata bahkan memerlukan sekitar 8 ton janur per hari untuk keperluan tersebut. Sehubungan dengan itu, pengusaha-pengusaha pun bermunculan untuk mendatangkan janur dari Pulau Jawa sebesar 5 ton per hari.

Adi Sanjaya, seorang penjual janur menungkapkan, hanya dengan modal Rp 500 ribu ia bisa meraup keuntungan sebesar Rp 200 ribu per hari. Ia mengaku sudah menekuni penjualan janur sejak dua tahun belakangan ini di Pasar Pemecutan, Denpasar. Untuk itu, setiap hari, ia harus bolak-balik Denpasar-Jembrana dalam menunjang usahanya. Umumnya, lanjut dia, janur tersebut berasal dari kawasan Bali Barat dan Pulau Jawa.

Janur adalah pelengkap pokok sesajen untuk upacara sembahyang umat Hindu. Paling tidak, setiap rumah tangga memerlukan 5 hingga 10 canang sesajen yang terbuat dari janur. Karena itu, tak aneh apabila kebutuhan tersebut setiap hari meningkat pesat. Bahkan, pada hari-hari besar, peningkatan tersebut bisa mencapai 10-12 ton.(ANS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya