Dokter RSUD Kepanjen Mogok Kerja, Pasien Telantar

Belasan dokter RSUD Kepanjen, Malang, mogok kerja. Protes berlangsung untuk menuntut pihak rumah sakit transparan soal pembagian honor. Ini mengakibatkan ratusan pasien telantar.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 September 2006, 07:14 WIB
Liputan6.com, Malang: Belasan dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Rabu (6/9), mogok kerja. Mereka menuntut pihak rumah sakit lebih transparan soal pembagian honor. Demonstrasi ini membuat ratusan pasien telantar dan para pengunjuk rasa akan mendapat sanksi.

Menurut pengunjuk rasa, honor yang mereka terima seharusnya tidak sama dengan seluruh dokter. Sebab, setiap dokter memiliki keahlian dan pengalaman yang berbeda termasuk kualitas penanganan pasien. Karena itu, mereka menuntut pihak manajemen membagikan honor yang lebih atau berbeda. Jika tidak mereka tidak akan kembali bekerja.

Direktur RSUD Kepanjen dokter Agus Arifin menilai demonstrasi para dokter tersebut bukan persoalan serius. Pihak manajemen rumah sakit akan memberi sanksi kepada para dokter yang mogok kerja tersebut. "Tidak ada masalah dan akan ada sanksi keras," kata Agus.

Sementara itu, saat aksi berlangsung ratusan pasien yang ingin memeriksa kesehatannya telantar. Mereka memenuhi lorong RSUD Kepanjen dan tidak tertangani oleh petugas rumah sakit.(ZIZ/Noor Ramadhan dan Eko Saktia)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya