Pengunjuk rasa mengatakan, kinerja bagian keuangan PT GRI amat buruk. Buktinya mereka tega menahan gaji karyawan selama dua bulan sejak Juli 2006. Kalau pun ada karyawan yang mendapat upah, nilainya tak sampai 50 persen dari gaji yang biasa mereka terima.
Menurut salah seorang demonstran, perusahaan tak pernah memperhatikan kesejahteraan karyawan. Semua karyawan dibayar di bawah tingkat upah minimum. Perusahaan juga tak pernah memberikan uang jaminan sosial tenaga kerja. Unjuk rasa masih terus berlangsung hingga berita ini disusun.
Advertisement
Dalam aksi ini, tuntutan karyawan pabrik garmen ini tak membuahkan hasil setelah sepuluh rekannya menemui pihak direksi Bank Mandiri. Para pengunjuk rasa sebenarnya mengharapkan Bank Mandiri diharapkan menyelesaikan masalah memburuknya kinerja perusahaan GRI. Sebab, bank plat merah ini
pernah menjanjikan pembentukan direksi baru setelah lima orang kuasa direksi PT GRI mengundurkan diri.
Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Mansyur Nasution, pihaknya tidak memiliki kewajiban berkenaan dengan tuntutan karyawan GRI tersebut. Sebab, permasalahan mereka merupakan kewajiban pemilik perusahaan. Sebagai kreditur, Mansyur mengatakan, Bank Mandiri hanya menanti investor baru yang dapat segera menyuntik dana segar ke perusahaan garmen tersebut.(ICH/Mochamad Achir)