Pasukan Israel menggunakan kekuatan udara dan senjata berat dalam serangan tersebut. Suara tembakan dan meriam terdengar bersahutan selama beberapa jam. Di pihak militan Lebanon dilaporkan satu orang meninggal.
Namun Jaringan Televisi Arab Al-Jazeera dan Al-Arabiya melansir berita dua tentara Israel meninggal dalam kontak senjata itu. Tiga warga Israel dua di antaranya bocah juga tewas akibat hantaman roket milik Hizbullah di Kota Nazareth, Tepi Barat.
Advertisement
Setidaknya tercatat 27 warga Negeri Zionis meninggal sejak kelompok Syiah itu menyerang lintas perbatasan dan menculik dua tentara Israel, sekitar sepekan silam. Sedangkan jumlah korban akibat serangan militer Israel di Lebanon meningkat menjadi 290 orang [baca: Serangan Israel Menewaskan 226 Warga Lebanon]. Sebagian besar korban adalah warga sipil.
Sementara di Jerusalem, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menemui Kepala Kebijakan Sipil Uni Eropa Javier Solana. Kedua tokoh bertemu dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri pertempuran tersebut.
Sebuah delegasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga datang ke Israel untuk mengajukan usul penempatan dan penambahan pasukan penjaga keamanan internasional di Lebanon. Namun pihak Tel Aviv berkeyakinan aksi ofensif mereka ke Lebanon sah demi membebaskan dua tentara mereka. Mereka juga memastikan wilayah Israel merdeka dari serangan Hizbullah.(AIS)