Warga Asing Eksodus dari Beirut

Gencarnya serangan Israel ke Beirut membuat warga asing eksodus dari kota yang dibombardir peluru kendali ini. PM Lebanon Fuad Siniora mendatangi dubes negara sahabat terutama Liga Arab untuk menggalang dukungan.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Juli 2006, 08:23 WIB
Liputan6.com, Beirut: Dukungan Amerika Serikat membuat Israel di bawah komando Perdana Menteri Ehud Olmert semakin gencar menyerang Lebanon dan Palestina. Gencarnya serangan ini memicu eksodus warga asing di Kota Beirut pada Sabtu (15/7).

Pada hari keempat itu Israel memusatkan serangan ke wilayah selatan dan timur Lebanon. Pesawat tempur Israel memuntahkan empat peluru kendali ke perbatasan Lebanon dengan Masna yang telah ditinggal penduduknya. Tembakan yang juga diarahkan ke jembatan penghubung itu diklaim Israel untuk menutup akses keluar bagi gerilyawan Hizbullah.

Serangan artileri Israel juga dilancarkan di kawasan perbatasan Lebanon lainnya. Serangan ini terjadi setelah tiga tentara Israel tewas dan dua lainnya ditawan gerilyawan Hizbullah pada Rabu silam [baca: Serangan Israel ke Lebanon Terus Berlanjut].

Suasana tak kalah mencekam terjadi di Beirut. Selain serangan udara ke gedung-gedung yang diyakini menjadi basis pertahanan kelompok garis keras Hamas dan Hizbullah, angkatan udara dan laut Israel terus berpatroli secara rutin. Mobil ambulans berlalu-lalang mengevakuasi puluhan mayat dari sebuah desa di kota Tyre Harfah ke rumah sakit setempat.

Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora segera menemui sejumlah duta besar negara sahabat terutama Liga Arab untuk menghentikan agresi Israel itu. Siniora juga menggalang dukungan kepada dubes negara barat.

Langkah Siniora itu ditempuh karena hingga dua pekan pascaserangan Israel ke Palestina dan Lebanon, belum ada langkah kongkret dunia internasional untuk menghentikannya. Padahal Israel bertekad tak akan menghentikan aksinya sebelum ketiga tentara yang diculik pejuang Palestina dan Hizbullah kembali dengan selamat.(YAN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya