Liputan6.com, Jakarta: Pusat penjualan suku cadang otomotif bekas Asem Reges, Taman Sari, Jakarta Pusat, kini sepi pembeli. Dibanding sebelum krisis ekonomi, keuntungan mereka menurun hingga mencapai 80 persen. Demikian pemantauan SCTV di pasar itu, baru-baru ini.
Menurut Farid, seorang pedagang di tempat itu, sebelum krisis ekonomi, tiap kios dapat memperoleh omzet Rp 500 ribu per hari. Bahkan, bila sedang mujur, pemasukan bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Dari omzet tersebut, keuntungan bersih bisa mencapai Rp 200 ribu.
Memang, Farid mengakui, hingga kini, jumlah pengunjung masih tergolong banyak. Tapi, lanjut dia, transaksi perdagangan masih sangat kecil. Dalam sehari, para pedagang terkadang hanya memperoleh pemasukan tertinggi sekitar Rp 100 ribu. Sedangkan omzet per hari rata-rata hanya Rp 20 ribu. Alhasil, keuntungan bersih yang diraih pedagang hanya Rp 8.000 per hari.
Atas dasar itulah, Farid dan rekan-rekan sesama pedagang mengaku sulit mempertahankan bisnisnya. Mereka pesimistis bisa bertahan dalam waktu lama, bila krisis ekonomi berkepanjangan.(AWD/Miko Toro dan Agus Kusnohadi)
Menurut Farid, seorang pedagang di tempat itu, sebelum krisis ekonomi, tiap kios dapat memperoleh omzet Rp 500 ribu per hari. Bahkan, bila sedang mujur, pemasukan bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Dari omzet tersebut, keuntungan bersih bisa mencapai Rp 200 ribu.
Memang, Farid mengakui, hingga kini, jumlah pengunjung masih tergolong banyak. Tapi, lanjut dia, transaksi perdagangan masih sangat kecil. Dalam sehari, para pedagang terkadang hanya memperoleh pemasukan tertinggi sekitar Rp 100 ribu. Sedangkan omzet per hari rata-rata hanya Rp 20 ribu. Alhasil, keuntungan bersih yang diraih pedagang hanya Rp 8.000 per hari.
Atas dasar itulah, Farid dan rekan-rekan sesama pedagang mengaku sulit mempertahankan bisnisnya. Mereka pesimistis bisa bertahan dalam waktu lama, bila krisis ekonomi berkepanjangan.(AWD/Miko Toro dan Agus Kusnohadi)