Pemerintah Diminta Membatalkan Hasil UAN

Puluhan siswa yang tidak lulus UAN mendatangi kantor Depdiknas untuk menuntut pembatalan hasil ujian. Mereka juga tidak setuju dengan alternatif ujian ulangan atau ujian persamaan paket C.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juni 2006, 13:32 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sebanyak 30 siswa yang menamakan diri Forum Bersama mendatangi Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Jumat (23/6). Para siswa yang tidak lulus ujian nasional ini meminta pemerintah agar memperhatikan nasib mereka. Selain itu pemerintah juga diminta membatalkan hasil ujian nasional.

Salah seorang orang tua murid Christiyanto yang ikut datang ke kantor ini mengungkapkan kekecewaannya. Dia tidak pernah menyangka Indah putrinya tidak lulus ujian nasional. Pasalnya Indah yang tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Atas PSKD 7 Jakarta senantiasa mendapat peringkat atas atau masuk lima besar.

Karenanya Christiyanto bersama sejumlah pengajar dan siswa sengaja mendatangi Kantor Depdiknas. Selain menolak ujian nasional mereka juga tidak setuju dengan alternatif ujian ulangan atau ujian persamaan paket C. Pasalnya tidak ada perguruan tinggi yang mau menerima siswa berdasarkan hasil dari kedua alternatif tersebut [baca: ].

Hingga berita ini disusun belum ada tanggapan dari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo atas tuntutan tersebut. Padahal jika dalam audiensi siang ini tidak ada keputusan yang diinginkan murid dan orang tua, para siswa mengancam akan turun ke jalan.

Sementara itu menanggapi keberatan para siswa yang tidak lulus UAN, Ketua Komisi X DPR Zuber Syafawi mendesak pemerintah agar menggelar ujian nasional ulangan. Namun Zuber tidak setuju dengan wacana menggelar ujian paket C. Karena stigma ujian itu adalah cara singkat untuk mendapatkan ijazah. Selain itu sebagian besar perguruan tinggi tidak mengakui ijazah paket C.

Zuber juga menyayangkan penerapan standar kelulusan yang ditetapkan Depdiknas. Menurut Zuber, usaha para siswa mengikuti pendidikan selama tiga tahun menjadi sia-sia hanya karena ujian nasional. "Ini menjadi tidak komprehensif," kata Zuber. Namun, Zuber tidak sependapat jika ujian nasional ditiadakan. Menurutnya, pelaksanaan ujian itu seharusnya sekadar mengevaluasi mutu pendidikan, bukan menentukan kelulusan. "Jadi kita tahu sekolah mana yang baik dan buruk," ujar Zuber.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya