Aktivitas Pasar di Yogyakarta Mulai Pulih

Hari keenam pascagempa, sejumlah pedagang di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta sudah kembali berjualan. Para pedangang kaki lima di Jalan Malioboro juga sudah beraktivitas seperti hari-hari biasa.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juni 2006, 13:15 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Memasuki hari keenam pascagempa, kehidupan ekonomi di Kota Yogyakarta mulai pulih. Sebagian besar pedagang di pasar-pasar tradisional telah berjualan kembali, Kamis (1/6).

Di pasar tradisional Kotagede di Jalan Mondorakan, Yogyakarta, misalnya, para pedagang sudah beraktivitas sejak kemarin. Namun sebagian besar pedagang bahan-bahan pokok dan sayuran ini masih menjajakan dagangan di emperan kios. Selain karena atap kios rusak diguncang gempa Sabtu silam, para pedagang juga khawatir terjadi gempa susulan. Berbeda dengan suasana di pasar tradisional Gading. Sebagian pedagang telah menempati kembali kios mereka yang relatif masih utuh pascagempa.

Aktivitas perdagangan membuat harga sembilan bahan pokok (sembako) kembali normal. Pada hari pertama pascagempa, harga sembako sempat melonjak. Harga telur yang semula sempat mencapai Rp 12 ribu per kilo, kini turun lagi menjadi Rp 8.000 [baca: Pascagempa, Harga Beras Turun].

Geliat perekonomian juga terlihat di Kawasan Malioboro. Toko-toko sudah mulai buka. Para pedagang kaki lima sudah memenuhi trotoar di sepanjang Jalan Malioboro. Namun sejumlah pusat perbelanjaan seperti Malioboro Mall belum bisa beroperasi karena sebagian bangunan rusak.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya