Seperti seorang juru masak profesional, anak-anak juga melakukan proses masak memasak di dalam sebuah dapur. Mulai dari memotong wortel, menyerut kentang hingga mengaduk bahan makanan utama dilakukan sendiri.
Jika anak-anak seusia mereka belum tertarik di dapur, lain halnya dengan Fania. Cewek berusia 12 tahun mengaku senang memasak. Fania mengatakan kala di rumah kebanyakan membikin kue kering. Selain Fania, ada pula Radityo yang gemar makanan Barat dan ingin dapat memasak makanan sendiri. "Paling suka kalau masak makanan Barat [seperti] hamburger dan spagetti," ujar dia.
Advertisement
Masalah keamanan menjadi prioritas dalam kursus masak anak. Soalnya, mereka hampir selalu menggunakan pisau atau benda tajam lain setiap kali memasak.
Salah satu bagian terpenting penyajian makanan adalah dekorasi akhir hidangan. Hasil olahan tangan mereka mampu menyerupai hidangan yang disajikan di restoran maupun hotel-hotel berbintang.
Kursus masak bagi anak adalah salah satu alternatif dari sekian banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan. Meski begitu, untuk belajar memasak layaknya koki profesional dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.(MAK/Cindy Agustina dan Noviar Jamal)