Puncak Peringatan Waisak di Candi Borobudur

Ribuan umat Buddha dan sejumlah pejabat negara, termasuk Wapres Jusuf Kalla hadir dalam puncak peringatan Tri Suci Waisak 2006 di pelataran Candi Borobudur. Perayaan Waisak di Makassar, Sulsel, tak meriah.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Mei 2006, 10:03 WIB
Liputan6.com, Muntilan: Seperti tahun-tahun sebelumnya puncak peringatan Tri Suci Waisak 2006 digelar di pelataran Candi Borobudur, Muntilan, Jawa Tengah, Sabtu (13/5). Ribuan umat Buddha dan sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dalam acara tersebut. Dalam puncak peringatan ini digelar pula Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla meminta seluruh umat beragama termasuk umat Buddha meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial. Apalagi belakangan ini bencana alam terus terjadi di Tanah Air, termasuk ancaman bencana Merapi.

Sementara itu ritual peringatan Hari Raya Waisak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung sepi. Perayaan yang dipusatkan di Vihara Giri Naga hanya dihadiri tak lebih dari 500 warga. Padahal vihara ini biasanya menampung hingga lima ribu umat. Pascainsiden penganiayaan pembantu rumah tangga, umat Buddha yang sebagian besar dianut oleh warga keturunan masih khawatir dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Pihak kepolisian setempat justru tak menggelar penjagaan khusus dengan alasan kondisi keamanan di Kota Makassar dinilai sudah membaik. Penilaian ini berdasarkan kesepakatan antara warga keturunan dengan para mahasiswa untuk menjaga kerukunan antarwarga. Tahun ini juga tidak ada arak-arakan patung Buddha yang diiringi dengan barongsai sebagaimana tahun lalu.

Di Medan, Sumatra Utara, sejak Jumat malam hingga Sabtu ratusan umat Buddha mendatangi sejumlah vihara untuk melakukan upacara peribadatan. Untuk menjaga keamanan, ratusan aparat polisi dikerahkan menjaga lokasi vihara. Ritual Waisak di Medan dipusatkan di Vihara Borobudur di Jalan Imam Bonjol, salah satu vihara terbesar di Kota Medan.

Selain melakukan prosesi penyalaan lilin, perayaan Waisak diisi pembacaan doa dan renungan serta persembahan berupa bunga, buah, serta lilin dan diakhiri dengan penyiraman patung sang Buddha dengan air suci. Perayaan Tri Suci ini dimeriahkan juga dengan pawai kendaraan hias mengelilingi jalan-jalan protokol di Medan. Sejumlah kendaraan hias diberi ornamen patung Buddha dan relief perjalanan sang Buddha dari kelahiran hingga wafatnya.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya