Lukisan S. Sudjojono Dipamerkan

Karya bapak lukis modern, Sindudarsono Sudjojono masih saja mengundang minat kolektor dan pecinta seni. Hampir setiap karya Sudjojono mengandung riwayat tersendiri yang unik.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Mei 2006, 09:12 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Nama Sindudarsono Sudjojono di kalangan kolektor lukisan dan pecinta seni sudah tak asing. Karya Pak Jhon--begitu Sudjojono kerap disapa--selalu ditunggu-tunggu. Seperti terlihat dalam pameran lukisan Pak John di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. Pameran diadakan untuk mengenang pelukis yang wafat 20 tahun silam itu.

Sebanyak 45 buah lukisan cat minyak dan 35 sketsa karya Sudjojono dipamerkan. Pengunjung paling suka dengan lukisan berjudul "Rico Cucu Saya Mau Bobo", "Maya Dibaptis", dan sketsa rancangan Tugu Selamat Datang yang kini berdiri tegak di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Lukisan "Rico Cucu Saya Mau Bobo" diminati karena ini karya terakhir Pak Jhon sebelum meninggal tahun 1986. Kolektor yang berminat membeli harus kecewa karena lukisan tersebut tidak dijual alias koleksi pribadi.

Sementara "Maya Dibaptis" dikerjakan tahun 1970. Lukisan Pak John lain seperti "Lukisan Lagu Sesudah 26 Tahun" juga memiliki riwayat sendiri. Lukisan ini bercerita tentang perayaan hari pernikahan ke-26 Pak John dengan Rose Pandawangi. Uniknya lagi, karya "Lukisan Lagu Sesudah 26 Tahun" merupakan satu-satunya lukisan Pak John dengan istri tercinta. Selain lukisan, panitia juga memamerkan pipa rokok, sepatu, dan peralatan melukis maestro kelahiran Kisaran, Sumatera Utara, 14 Desember 1913 itu.(KEN/Teguh Dwi Hartono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya