Status Gunung Merapi Menjadi Siaga

Status Gunung Merapi di Yogyakarta meningkat menjadi Siaga. Ini akibat meningkatnya aktivitas gempa vulkanik dan pergeseran di puncak merapi. Meski tetap beraktivitas, warga diminta waspada.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 April 2006, 15:23 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga. Kepala BPPTK Yogyakarta DR. A Ratdomopurbo di Yogyakarta, baru-baru ini, mengatakan status Siaga ditetapkan karena ada kenaikan gempa-gempa vulkanik yang cukup besar dan juga ada pergeseran di puncak.

Meski statusnya Siaga, aktivitas warga di tiga desa di lereng Gunung Merapi tidak terpengaruh. Mereka tetap berladang seperti biasa. Tiga desa itu adalah Desa Jlakrah, Tlego Lele, dan Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, yang berjarak sekitar 14 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Kepala Kecamatan Selo Dahat Winarso, meski warganya menjalankan kegiatan sehari-hari, mereka tetap diminta waspada dan selalu melihat ke puncak Merapi. Sehingga, bila terjadi letusan mereka dapat segera menyelamatkan diri.

BPPTK Yogyakarta juga meminta warga dan penambang pasir tak beraktivitas di sungai-sungai berhulu Merapi. Seperti di Kali Woro, Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Krasak, Kali Sat, Kali Putih, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Trising, dan Kali Apu. Titik bahaya terutama dalam radius delapan KM dari puncak Merapi.(BOG/Fery Aditri dan Wiwik Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya