Warga juga mengeluhkan suara yang sangat bising terutama bila terjadi kemacetan. Sumber kebisingan berasal dari mesin kendaraan yang tidak bergerak dan suara klakson kendaraan. Mereka menyatakan kondisi ini juga berdampak pada waktu tempuh dan kenaikan ongkos perjalanan lewat ruas jalan ini.
Jalan Lintas Timur Sumatra di wilayah Kabupaten Tulang Bawang rusak sepanjang 40 kilometer. Akibat kerusakan, pengemudi memperlambat laju kendaraan yang memicu antrean panjang kendaraan di belakangnya.
Advertisement
Kondisi hampir serupa tampak di sepanjang 20 kilometer ruas jalan menuju lokasi eks transmigrasi Pelakat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Penduduk mengungkapkan jenuh berkeluh kesah kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki jalan itu []. Ruas jalur ini selalu berlumpur setiap musim penghujan tiba. Hingga kini pemerintah setempat berjanji akan membangun ruas jalan ini.
Masyarakat sekitar juga lebih memilih menggunakan jasa ojek karena dapat melalui ruas-ruas jalur alternatif melalui jalan kampung. Meski tidak jarang mereka juga harus melalui jalan penuh lumpur.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)