Korban Kerusuhan Poso Direlokasi

Relokasi bertujuan agar 350 kepala keluarga korban kerusuhan Poso bisa kembali menata hidup setelah enam tahun berada di pengungsian. Setiap kepala keluarga mendapat jatah 2,5 hektare lahan.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Februari 2006, 18:27 WIB
Liputan6.com, Poso: Sebanyak 350 kepala keluarga korban kerusuhan etnis di Poso, belum lama berselang, diberikan lokasi permukiman baru di kawasan Watuawu, Kecamatan Lage, Poso, Sulawesi Tengah. Relokasi bertujuan agar mereka bisa kembali menata hidup setelah enam tahun berada di pengungsian.

Sebelum dipindahkan ke lokasi baru, ratusan kepala keluarga itu hidup tak menentu. Mereka kerap berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lain. Sebagian di antaranya juga terpaksa menumpang di rumah sanak keluarga mereka. Sebab, rumah mereka rata dengan tanah saat kerusuhan pecah pada 1998.

Kepala Dinas Transmigrasi Poso Darmansyah mengatakan, tiap kepala keluarga mendapatkan lahan 2,5 hektare. Satu hektare untuk perumahan, sedangkan sisanya buat lahan pertanian. Darmansyah berharap, ratusan warga dari komunitas Muslim dan Kristen itu bisa hidup lebih baik dan terhindar dari kerusuhan etnis yang hingga sekarang belum juga reda.(ICH/Syamsuddin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya