Lintar Saputra Belum Diizinkan Pulang

Paman dan nenek Lintar Saputra kecewa karena pihak RSCM, Jakarta Pusat, membatalkan kepulangan Lintar Saputra. Pembatalan karena belum ada surat kuasa asuh sementara dari ayah dan ibu Lintar.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Januari 2006, 19:57 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Lintar Saputra, bayi 11 bulan yang menjadi korban penganiayaan ibunya, batal pulang ke rumah Murni, neneknya di kawasan Tangerang, Banten. Musdar, paman Lintar, mengaku sangat kecewa dengan keputusan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. "Kemarin, dibilang boleh dibawa pulang hari ini. Tapi, ternyata hari ini kami belum bisa membawanya. Padahal, kami sudah gembira," kata Mundar sambil terisak di Jakarta, Jumat (20/1).

Pantas saja Musdar dan keluarganya kecewa, karena sejak pagi dia bersama ibunya yang senang mendengar kabar kesembuhan Lintar bersiap-siap membawanya pulang dari RSCM. Mereka mendatangi rumah sakit dengan didampingi Rahma Fitriati, utusan Komisi Nasional Perlindungan Anak. Rahma juga menyesalkan dengan sikap pihak RSCM itu. Rahma menduga, pembatalan karena pengelola RSCM khawatir digugat orang tua Lintar di kemudian hari.

Pihak RSCM tidak mau berkomentar mengenai penundaan kepulangan Lintar. Mereka hanya menyatakan akan memberikan keterangan resmi pada Senin mendatang. Adapun mengenai kabar membaiknya kondisi Lintar setelah menjalani perawatan sekitar tiga pekan, manajemen RSCM mengakuinya [baca: Lintar Saputra Selesai Dioperasi].

Indah Novianti, kakak Lintar juga menjadi korban penganiayaan Yeni, ibu mereka. Yeni membakar kedua bocah itu secara hidup-hidup setelah bertengkar hebat dengan suaminya, Saiful. Namun, nasib Indah tak seberuntung Lintar. Anak umur tiga tahun itu meninggal akibat luka bakar hebat. Yeni ditetapkan menjadi tersangka pembakaran. Saiful pun dianggap bersalah karena melalaikan anaknya hingga terbakar.(DNP/Vivi Waluyo dan Amar Sujarwadi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya