Pada acara yang sama Ketua MPR Hidayat Nurwahid juga mengajak umat Islam bertaubat nasuha atas krisis dan bencana yang menimpa bangsa Indonesia sepanjang 2005. Taubat dimaknai sebagai upaya koreksi terhadap semua kesalahan yang telah diperbuat seperti korupsi dan kurangnya komitmen dalam menegakkan hukum. Hidayat menambahkan, dalam kondisi krisis umat Islam tak boleh menyerah dan pasrah dengan situasi yang terjadi.
Ajakan serupa juga diungkapkan Pastor Gereja Katedral Romo Wisnumurti S.J. Dalam khotbah misa syukur akhir tahun di Gereja Katedral, tadi malam, Romo Wisnumurti mengimbau umat Katolik dalam memasuki 2006 untuk lebih berperan aktif dalam membangun peradaban baru bangsa. Umat juga diminta untuk tak hanya merenungkan berbagai masalah yang terjadi sepanjang 2005. Tapi, juga melakukan perubahan. Romo Wisnumurti juga menyesalkan peledakan bom di Kota Palu mengingat perisitiwa itu kembali mengoyak perdamaian yang sudah tercipta di wilayah itu [].
Advertisement
Misa syukur akhir tahun di Katedral tadi malam berlangsung aman. Padahal, pengamanan di sana tak seketat saat pelaksanaan misa Natal. Berdasarkan pemantauan SCTV, Kepolisian Daerah Metro Jaya hanya menurunkan dua peleton Brigade Mobil dan dibantu personel dari Kepolisian Sektor Sawah Besar.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)