Distribusi Bantuan Terhambat Cuaca Buruk

Bantuan yang terdiri dari 13 ton beras, puluhan kardus mi instan, obat, dan peralatan kesehatan itu tak dapat diangkut sekaligus menuju Yahukimo karena cuaca buruk. Sebagian bantuan disimpan di posko bantuan di Bandara Wamena.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Desember 2005, 05:44 WIB
Liputan6.com, Wamena: Bantuan bagi korban kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua, Sabtu (10/12) pagi, akhirnya sampai di Kota Wamena. Sebagian bantuan itu langsung diterbangkan lagi menuju Yahukimo. Sedangkan sebagian lagi masih disimpan di pos koordinasi bantuan di Bandar Udara Wamena.

Bantuan berupa pangan dan obatan-obatan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial serta TNI itu diangkut pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Namun, bantuan yang terdiri dari 13 ton beras, puluhan kardus mi instan, obatan-obatan, dan peralatan kesehatan itu tidak dapat diangkut sekaligus menuju Yahukimo karena cuaca buruk.

Selain itu, lapangan udara yang ada di ibu kota Yahukimo, Dekae, hanya dapat didarati pesawat berukuran kecil seperti Twin Otter. Kini, sisa bantuan yang belum terangkut ditampung di posko bantuan Yahukimo di Bandara Wamena.

Gubernur Papua J.P. Salossa mengungkapkan, kelaparan di Kabupaten Yahukimo adalah hal lumrah. Ini dikarenakan kondisi alam yang tak memungkinkan untuk menanam tumbuhan makanan pokok. Selain itu, kendala infrastruktur wilayah tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat.

Salossa juga mengatakan, Yahukimo berada di lereng pegunungan, tetapi wilayah itu tidak terbebas dari ancaman malaria. "Yahukimo itu sebagian daerah panas. Jadi jangan dipikir daerah itu daerah dingin. Jadi malaria bisa masuk juga," kata J.P Salossa.

Ungkapan Salossa ini semakin mempertegas pernyataan anggota Kelompok Kerja Papua Frans Maniagasi. Maniagasi menyebutkan, puluhan orang meninggal di Yahukimo tak semata-mata akibat kelaparan. Tak tertutup kemungkinan, tambah Maniagasi, mereka meninggal lantaran terjangkit sejumlah penyakit .

Sementara Salossa mengatakan pula, bantuan yang diberikan untuk warga Yahukimo harus berlangsung terus sampai beberapa bulan ke depan. Soalnya, daerah penghasil ubi jalar itu mengalami gagal panen.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya