Liputan6.com, Makassar: Para guru dan siswa Sekolah Dasar Negeri Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, kembali memulai belajar-mengajar, Kamis (8/12). Sebelumnya, mereka sempat mogok karena menolak rencana Pemerintah Kota Makassar yang akan meruilslag gedung sekolah [baca: Ratusan Murid Menolak Ruilslag SDN Sudirman Makassar].
Meski sudah kembali beraktivitas, para guru dan murid tetap menolak pindah ke tempat baru. Alasanya, gedung sekolah yang sekarang mempunyai nilai sejarah karena dibangun pada 1940 di masa penjajahan Belanda. Selain itu, lokasi sekolah juga dekat dengan Lapangan Karebosi sehingga memudahkan pelaksanaan pelajaran olah raga.
Ruilslag atau tukar bangunan SDN Sudirman ini dilakukan antara Pemkot Makassar dengan PT Bosowa, grup perusahaan milik wakil Ketua DPR Aksa Mahmud. Dalam rencana ruilslag yang akan berlangsung tahun ini, gedung sekolah yang terletak di Jalan Sudirman akan diberikan gedung pengganti di Jalan Balaikota yang berjarak tiga kilometer dari lokasi semula.(IAN/Iwan Taruna dan Rizal Randa)
Meski sudah kembali beraktivitas, para guru dan murid tetap menolak pindah ke tempat baru. Alasanya, gedung sekolah yang sekarang mempunyai nilai sejarah karena dibangun pada 1940 di masa penjajahan Belanda. Selain itu, lokasi sekolah juga dekat dengan Lapangan Karebosi sehingga memudahkan pelaksanaan pelajaran olah raga.
Ruilslag atau tukar bangunan SDN Sudirman ini dilakukan antara Pemkot Makassar dengan PT Bosowa, grup perusahaan milik wakil Ketua DPR Aksa Mahmud. Dalam rencana ruilslag yang akan berlangsung tahun ini, gedung sekolah yang terletak di Jalan Sudirman akan diberikan gedung pengganti di Jalan Balaikota yang berjarak tiga kilometer dari lokasi semula.(IAN/Iwan Taruna dan Rizal Randa)