Memukul Tubuh dengan Lidi di Maluku

Peserta merelakan tubuh mereka disabet dengan sapu lidi enau hingga bengkak-bengkak dan berdarah. Tradisi yang hidup di Desa Morela, Maluku Tengah, ini diadakan untuk mengenang perjuangan Kapitan Tulukabesy melawan Belanda.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 November 2005, 19:15 WIB
Liputan6.com, Ambon: Sebuah tradisi memukul tubuh dengan sapu lidi masih diadakan di Desa Morela, Maluku Tengah, Maluku. Kebiasaan unik ini untuk memperingati perjuangan Kapitan Tulukabesy melawan Belanda. Menurut Anwar, ketua panitia acara, tradisi yang dirayakan setiap 7 Syawal ini telah diadakan sejak zaman nenek moyang.

Belum lama ini sekitar 30 peserta merelakan tubuhnya disabet dengan sapu lidi. Pukulan sapu dari lidi enau ini dapat membuat tubuh bengkak-bengkak dan berdarah. Namun para peserta tetap merasa senang meski dipukuli. Bahkan mereka terlihat kebal sebab sebelumnya telah dilumuri minyak khas adat Desa Morella.

Usai prosesi, tubuh peserta diobati dengan air pohon jarak. Bekas pukulan pun akan hilang dalam satu pekan. Bagi warga desa, jika tradisi tahunan ini tidak diselenggarakan, mereka khawatir desa akan dilanda musibah.(MAK/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya