Pembahasan Damai Irlandia Utara Semakin Gencar

Setelah IRA menyerahkan seluruh senjata miliknya, terbuka kemungkinan untuk melanjutkan pembahasan damai dengan pihak-pihak yang bersengketa. Namun begitu, pemimpin mayoritas Protestan tidak meyakini senjata IRA sudah dilucuti sepenuhnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 September 2005, 06:43 WIB
Liputan6.com, Washington: Komitmen Tentara Republik Irlandia (IRA) untuk meletakkan senjata, kemarin kembali dibahas oleh wakil dari Sinn Fein, Martin Mcguiness, dengan para pemimpin Kongres Amerika Serikat di Washington. Mcguiness menyatakan, keputusan IRA untuk meletakkan senjata itu sekaligus membuka peluang dimulainya dialog baru dengan pihak Unionis pimpinan Ian Paisley. Mantan pemimpin IRA ini juga mendesak Paisley mengambil langkah pertama untuk mengaktifkan Majelis Regional, serta institusi lain yang vakum sejak Oktober 2002.

Sejak IRA mengungkapkan komitmen untuk melucuti senjatanya, Sinn Fein telah mendorong kelompok Unionis berbicara dengan kelompok paramiliter Protestan. Apalagi sejak Senin (26/9) silam, Ketua Komisi Pengawas Internasional, John De Chastelain, mengatakan bahwa IRA telah menyerahkan seluruh senjata miliknya untuk dimusnahkan [].  Langkah itu menumbuhkan harapan, bahwa pembicaraan seputar Pakta Perdamaian Irlandia Utara tahun 1998 dapat segera dilanjutkan. Pakta itu berupa rencana pembentukan pemerintahan gabungan Katolik dan Protestan yang juga melibatkan Sinn Fein.

Sementara itu, pemerintah Inggris menyerukan agar para pemimpin politik di Irlandia Utara segera membuat kontak. Inggris juga mendesak paramiliter Protestan meletakkan senjata. Kendati demikian, pemimpin mayoritas Protestan yang selama beberapa dekade menjadi target serangan IRA, tidak meyakini persenjataan kelompok itu telah dilucuti sepenuhnya. Mereka juga menolak untuk bekerja sama dengan Sinn Fein karena organisasi itu bagian dari IRA.(ADO/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya