Emas Menjadi Bagian Tradisi Masyarakat Aceh

Bagi masyarakat Aceh, perhiasan emas adalah bagian dari tradisi yang tak terpisahkan. Perhiasan kerap digunakan pada pesta adat. Ornamen pintu air pada emas dibuat oleh Keuchik Leumik.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 April 2001, 13:44 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Perhiasan emas adalah bagian yang tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Aceh. Biasanya, perhiasan tersebut akan dipadu dengan busana tradisional Aceh pada pesta-pesta adat, seperti hari pernikahan. Demikian hasil pantauan SCTV, pada Pameran Kerajinan dan Kebudayaan Aceh di Jakarta. baru-baru ini.

Dalam pameran itu, sebagian besar emas telah diukir dengan sejumlah simbol kedaerahan, seperti simbol pintu air dan rencong. Menurut hikayat, ragam hiasan rencong dan pintu air itu pertama kali dibuat oleh Keuchik Leumik. Biasanya, perhiasan ini juga akan dipadukan dengan gading gajah.(ICH/Eva Yunizar dan Haryo Dewanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya