Liputan6.com, Jakarta: Perhiasan emas adalah bagian yang tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Aceh. Biasanya, perhiasan tersebut akan dipadu dengan busana tradisional Aceh pada pesta-pesta adat, seperti hari pernikahan. Demikian hasil pantauan SCTV, pada Pameran Kerajinan dan Kebudayaan Aceh di Jakarta. baru-baru ini.
Dalam pameran itu, sebagian besar emas telah diukir dengan sejumlah simbol kedaerahan, seperti simbol pintu air dan rencong. Menurut hikayat, ragam hiasan rencong dan pintu air itu pertama kali dibuat oleh Keuchik Leumik. Biasanya, perhiasan ini juga akan dipadukan dengan gading gajah.(ICH/Eva Yunizar dan Haryo Dewanto)
Dalam pameran itu, sebagian besar emas telah diukir dengan sejumlah simbol kedaerahan, seperti simbol pintu air dan rencong. Menurut hikayat, ragam hiasan rencong dan pintu air itu pertama kali dibuat oleh Keuchik Leumik. Biasanya, perhiasan ini juga akan dipadukan dengan gading gajah.(ICH/Eva Yunizar dan Haryo Dewanto)