Liputan6.com, Kupang: Tak ada rotan akar pun jadi. Pepatah lama inilah yang mendorong warga Desa Oeniko, sekitar 60 kilometer dari Kupang, Nusatenggara Timur, untuk menyekolahkan anak-anaknya meski diimpit kemiskinan. Mereka membangun sekolah secara swadaya dengan bahan ala kadarnya. Beratapkan daun nira dan berdinding papan kayu.
Saat dikunjungi SCTV, belum lama berselang, terdapat 68 orang terdaftar di sekolah bernama Sekolah Dasar Jarak Jauh Oeniko. Menurut Mahalalel Benu, salah satu guru bantu di SD tersebut, sekolah tersebut dibangun warga sejak 2001. Ini lantaran jarak sekolah terdekat dirasa terlalu jauh, yakni mencapai tujuh kilometer dari desa.
Semula, pendidikan di sekolah ini dilakukan secara sukarela. Para pendidik kemudian diangkat menjadi guru bantu setahun silam. Kini, kegiatan mengajar dibantu seorang tenaga sukarela. Awalnya, murid harus membayar uang sekolah Rp 1.000 per bulan. Namun sejak awal tahun ajaran ini, siswa tak lagi dipungut biaya. Sebagai gantinya, anak didik yang membolos harus membayar Rp 2.500 per hari.
Saat ini, kondisi SD Jarak Jauh Oeniko sangat memprihatinkan. Fisik bangunan mulai rapuh termakan usia. Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka bercita-cita sebuah sekolah permanen dengan bahan yang lebih kuat berdiri di Desa Oeniko.(TOZ/Didimus Payong Dore)
Saat dikunjungi SCTV, belum lama berselang, terdapat 68 orang terdaftar di sekolah bernama Sekolah Dasar Jarak Jauh Oeniko. Menurut Mahalalel Benu, salah satu guru bantu di SD tersebut, sekolah tersebut dibangun warga sejak 2001. Ini lantaran jarak sekolah terdekat dirasa terlalu jauh, yakni mencapai tujuh kilometer dari desa.
Semula, pendidikan di sekolah ini dilakukan secara sukarela. Para pendidik kemudian diangkat menjadi guru bantu setahun silam. Kini, kegiatan mengajar dibantu seorang tenaga sukarela. Awalnya, murid harus membayar uang sekolah Rp 1.000 per bulan. Namun sejak awal tahun ajaran ini, siswa tak lagi dipungut biaya. Sebagai gantinya, anak didik yang membolos harus membayar Rp 2.500 per hari.
Saat ini, kondisi SD Jarak Jauh Oeniko sangat memprihatinkan. Fisik bangunan mulai rapuh termakan usia. Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka bercita-cita sebuah sekolah permanen dengan bahan yang lebih kuat berdiri di Desa Oeniko.(TOZ/Didimus Payong Dore)