Liputan6.com, Ambon: Aden, salah seorang tersangka peledakan bom di Pasar Mardika, Ambon, Maluku, Selasa (30/8) pagi, tewas di Rumah Sakit Bhayangkara, Ambon. Penyebab kematiannya hingga kini masih simpang siur. Menurut polisi, sebelum meninggal Aden sempat mengeluh sakit perut. Namun, sumber lain mengatakan tersangka dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.
Jenazah Aden tadi siang sudah dibawa ke desa asalnya. Namun, polisi terkesan menutupi pemulangan jenazah korban. Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi S.U. Nasution, kepada wartawan mengatakan, Aden meninggal karena mengalami pendarahan pada luka tembak di tubuhnya. Tersangka sendiri ditangkap polisi di Dusun Ketapang, Kabupaten Seram, Sabtu (27/8) silam. Dia diduga sebagai perancang peledakan bom di Pasar Mardika pada Kamis (25/8) silam itu [baca: Tersangka Perakit Bom Ambon Masih Diburu].(ADO/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)
Jenazah Aden tadi siang sudah dibawa ke desa asalnya. Namun, polisi terkesan menutupi pemulangan jenazah korban. Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi S.U. Nasution, kepada wartawan mengatakan, Aden meninggal karena mengalami pendarahan pada luka tembak di tubuhnya. Tersangka sendiri ditangkap polisi di Dusun Ketapang, Kabupaten Seram, Sabtu (27/8) silam. Dia diduga sebagai perancang peledakan bom di Pasar Mardika pada Kamis (25/8) silam itu [baca: Tersangka Perakit Bom Ambon Masih Diburu].(ADO/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)