Liputan6.com, Ambon: Bakri Kaliky alias Ongen, salah seorang tersangka pengeboman Pasar Mardika, mengaku bahwa otak pelaku peledakan di Pasar Mardika, Ambon, Maluku, itu bernama Arsyad. Pengakuan Bakri ini diungkap saat pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Ambon, Sabtu (27/8).
Menurut Bakri, Arsyad juga otak dari berbagai penyerangan dan pengeboman di Maluku. Salah satu aksinya, menurut Bakri, adalah penyerangan Pos Brigade Mobil di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, beberapa lama lalu. Diketahui, tersangka yang masih buron ini berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Dia juga diduga memiliki keterkaitan dengan Noordin M. Thop, teroris asal Malaysia.
Bakri sendiri dibekuk jajaran Polres Ambon di Desa Hulu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, kemarin. Dalam pemboman Pasar Mardika, Bakri yang memiliki berbagai nama alias berperan sebagai perakit bom [baca: Perakit Bom Pasar Mardika Dibekuk].(ZIZ/Sahlan Helut dan Juhry Samanery)
Menurut Bakri, Arsyad juga otak dari berbagai penyerangan dan pengeboman di Maluku. Salah satu aksinya, menurut Bakri, adalah penyerangan Pos Brigade Mobil di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, beberapa lama lalu. Diketahui, tersangka yang masih buron ini berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Dia juga diduga memiliki keterkaitan dengan Noordin M. Thop, teroris asal Malaysia.
Bakri sendiri dibekuk jajaran Polres Ambon di Desa Hulu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, kemarin. Dalam pemboman Pasar Mardika, Bakri yang memiliki berbagai nama alias berperan sebagai perakit bom [baca: Perakit Bom Pasar Mardika Dibekuk].(ZIZ/Sahlan Helut dan Juhry Samanery)